Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 04 Agustus 2026

Pengamat: Praktik Jual Beli Ijazah Bodong Pertanda Dunia Pendidikan Krisis

- Sabtu, 30 Mei 2015 10:44 WIB
383 view
Pengamat: Praktik Jual Beli Ijazah Bodong Pertanda Dunia Pendidikan Krisis
Medan (SIB)- Praktik jual beli ijazah bodong atau palsu pertanda dunia pendidikan Indonesia khususnya di Sumut sedang mengalami krisis, karena banyak sekali kepalsuan dan pembusukan justru dilakukan kalangan pendidik atau tenaga kependidikan. Maka masyarakat harus hati-hati memilih perguruan tinggi.

Hal itu dikatakan Pemerhati Pendidikan Drs Joharis Lubis MPd MM dan Dr Osman Simanjuntak PhD kepada SIB di Medan, Jumat (29/5) menyoal kasus praktik jual beli ijazah palsu kini mencuat ke permukaan.

Menurut mereka, praktik jual beli ijazah dan ijazah palsu merupakan bagian dari "pembusukan" oleh pihak-pihak yang juga sudah "busuk" sehingga perlu pengawasan ketat.

Ditegaskan, pemerintah perlu melakukan pengawasan ketat terhadap perguruan tinggi guna meminimalisir praktik jual beli ijazah dan ijazah palsu, dimana keberadaan perguruan tinggi saat ini sangat banyak sehingga perlu pengawasan mutu.

Di sisi lain, katanya, selain kasus ijazah palsu masih ada masalah pembuatan karya ilmiah tidak dikerjakan mahasiswa, tapi pihak akademisi. Bahkan masih terdapat kebocoran soal ujian dilakukan oknum guru yang akhirnya ujian dikerjakan dari soal bocor berarti nilainya juga palsu.

"Diakui pengawasan tidak mudah, jika masalah ijazah bisa diawasi belum tentu persoalan lain dan sejenisnya bisa diawasi dan diselesaikan," tegasnya.

Mereka mengimbau kepada segenap masyarakat agar berhati-hati memilih perguruan tinggi dan sebaiknya jangan melakukan transaksi jual beli ijazah dan bila ada perguruan tinggi yang memperjualbelikan ijazah agar mewaspadainya agar tidak merugikan diri sendiri. (A07/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru