Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 20 September 2026

30 Bus Trans Mebidang Direncanakan Beroperasi Akhir Juni

- Jumat, 05 Juni 2015 10:29 WIB
392 view
30 Bus Trans Mebidang Direncanakan Beroperasi Akhir Juni
Medan (SIB)- Sebanyak 30 Bus Rapid Transit (BRT) Trans Mebidang (Medan- Binjai - Deliserdang)  direncanakan beroperasi akhir Juni ini di Sumut, khususnya Binjai, Medan dan Deliserdang. Menyusul rampungnya persoalan administrasi termasuk surat-surat kendaraan BRT itu.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Sumut Anthony Siahaan kepada wartawan, usai rapat tertutup  antara Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sumut sebagai leading sector, bersama Perum Damri selaku operator BRT  di Kantor Gubsu Jalan Diponegoro No. 30  Medan, Kamis (4/6). Rapat pembahasan turut dihadiri perwakilan Dishub Kota Medan, Dishub Deliserdang dan Dishub Kota Binjai.

Anthony mengatakan, segala upaya sudah dilakukan guna mendorong percepatan operasional transportasi massal hibah dari Kementerian Perhubungan tersebut. Termasuk mengenai sarana, prasarana dan fasilitas pendukung lainnya. "Pertemuan itu membahas bagaimana upaya-upaya percepatan operasional BRT dengan stakeholder terkait, termasuk Perum Damri selaku operator," katanya.

Senior Manajer Pemasaran dan Pengembangan Usaha Perum Damri, Dono Unggul didampingi Area Manajer Divre I Sumatera, DKI dan Jawa Barat Ali Umar menyampaikan,  ada beberapa hal mengenai dokumen yang kemudian pihaknya minta dilakukan percepatan.

Kata dia, hal tersebut sudah bisa mereka atasi, di mana dalam waktu setengah bulan sampai satu bulan BRT sudah siap operasional. "Akhir bulan ini paling lama sudah selesai dan BRT siap beroperasi," jelasnya.

Disinggung mengenai tarif, Dono mengatakan itu masih akan dibicarakan lagi di tingkat provinsi. "Jadi nanti secara simultan kita bicarakan lagi soal tarif ini di Dinas Perhubungan Sumut. Pelan-pelan kesiapan mengenai operasional BRT terus kita mantapkan," terangnya. 

Perum Damri mengaku optimis  masyarakat mau memakai BRT sebagai pilihan transportasi massal. Hal ini seperti yang telah diterapkan daerah lain seperti Makassar, Surabaya, Bali dan Bandung, dimana animo masyarakat cukup luar biasa untuk merasakan pelayanan dan kenyamanan bus tersebut. Apalagi Perum Damri juga merupakan salah satu operator yang berbasis di Jakarta, yang sudah biasa mengendalikan sistem operasional BRT. "Soal kesiapan fasilitas, akan disiapkan masing-masing kabupaten/kota yang dilintasi BRT. Dan sejauh ini kami yakini belum ada kendala," pungkasnya.

Sementara Ali Umar menambahkan, mengenai rute jalan yang sebelumnya pernah dilalui bus Damri, atau perlintasan yang sudah ada. "Jadi ini sebenarnya replacement dari yang sudah ada. Bukan trayek baru," sebutnya.

Melalui koordinasi dengan Balai Jalan Nasional, sambung dia, nantinya akan ada penyesuaian seperti bahu jalan sebagai akses turunnya penumpang.

Disebutnya juga bahwa berdasarkan kebutuhan, 50 shelter portable untuk sekali jalan (pulang-pergi) akan disiapkan pihaknya. Upaya ini dilakukan mengingat fasilitas seperti halte belum cukup terpenuhi. "Untuk rute kita gunakan yang sudah ada jalurnya. Pada prinsipnya tidak berbenturan dengan trayek angkutan umum lain. Kita akan membuat blocking-blocking area. Jadi jangan sampai mematikan angkutan umum lain-lah," ujarnya.(A14/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru