Medan (SIB)- Menyikapi datangnya bulan Ramadhan yang selalu dimanfaatkan pedagang untuk menaikkan harga kebutuhan bahan pokok, Poldasu mengaku melakukan penyelidikan terhadap distributor bahan pokok. Hal itu disebutkan Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Helfi Assegaf ketika dihubungi melalui telepon seluler, Kamis (4/6) malam.
Diakui, tak jarang menjelang hari-hari besar keagamaan, dimanfaatkan sejumlah oknum tak bertanggung jawab melakukan spekulasi untuk menimbun dan kembali menjual bahan pokok dengan harga tinggi, sehingga dapat menyebabkan kenaikan harga di pasar.
"Setiap hari intelijen selalu melakukan pantauan terhadap peredaran dan harga bahan pokok," ujarnya.
Dikatakan, pemantauan dilakukan dengan menurunkan personil intelijen langsung ke pusat-pusat perbelanjaan. Jika ditemukan kelangkaan, petugas akan menyelidiki distributor bahan pokok itu, termasuk proses distribusi yang terjadi.
"Kalau memang ditemukan distributor nakal, pasti ditindak. Proses distribusi ke pedagang juga dipantau," jelasnya.
Helfi mengakui, dari hasil penyelidikan dan pemantauan intelijen di lapangan, belum ditemukan spekulan yang telah menimbun barang kebutuhan pokok menjelang bulan Ramadhan. Jauh hari sebelumnya, pihaknya telah mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang Ramadhan, khususnya tindak pidana spekulan dengan bentuk penimbunan maupun penyeludupan.
"Dalam pelaksanaan pengamanan program pemerintah, Poldasu telah mengungkap aksi penyelundupan bawang, penyelewengan pupuk dan pengoplosan gas. Poldasu juga telah menurunkan Satgas-satgas hingga ke Polres-Polres, terkait pemasalahan ekonomi di masyarakat," tegasnya. (A19/W)