Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 04 Agustus 2026
MUI Sumut Gelar Diskusi Pimpinan Ormas Islam

Peran Juru Dakwah Wanita Sangat Penting dalam Pembangunan

- Sabtu, 06 Juni 2015 10:22 WIB
340 view
Peran Juru Dakwah Wanita Sangat Penting dalam Pembangunan
SIB/dok
Ketua MUI Sumut Prof DR H Abdullah Syah MA membuka Diskusi Pimpinan Ormas Islam di sekretariat MUI Sumut, Jumat (5/6).
Medan (SIB)- Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, Prof Dr H Abdullah Syah mengungkapkan, peran daiyah (juru dakwah wanita) sangat penting dalam meningkatkan syiar Islam, memberikan pencerahan kepada umat dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

Salah satunya yang cukup penting saat ini masa pemilihan kepala daerah (Pilkada) sudah dekat, karena itu peran strategis daiyah juga akan ikut menentukan keberhasilan pelaksanaan pesta demokrasi tersebut.

Ketua MUI Sumut Prof Abdullah Syah menyampaikan itu ketika membuka Silaturahim dan Diskusi Pimpinan Ormas Muslimah/Daiyah di aula MUI SU Jalan Sutomo Ujung Medan, Jumat (5/6).

Menurut Abdullah Syah peran strategis daiyah akan semakin menentukan mengingat berdasarkan data statistik pemilih menunjukkan bahwa jumlah pemilih wanita ternyata lebih besar dibandingkan pemilih pria.

Apalagi, katanya  melalui pendekatan yang lebih baik, maka diyakini daiyah akan lebih mampu memberikan pemahaman, sosialisasi, pencerahan maupun bimbingan kepada ibu rumah tangga dan remaja dalam melaksanakan program penting pembangunan.

Karena itu, lanjutnya partisipasi pimpinan ormas muslimah, daiyah bersama kaum ibu sangat diharapkan agar partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan Pilkada dapat semakin baik. “Sebab Pilkada merupakan proses untuk menentukan pemimpin terbaik di setiap daerah, dan partisipasi pemilih menjadi penentu keberhasilannya,” ungkap Ketua MUI.

Ketua Komisi Perempuan, Remaja dan Keluarga Sakinah MUI SU Dra Hj Yusnaini MAg didampingi Ketua Panitia Dra Hj Rusmini menyampaikan, kegiatan dilaksanakan selama dua hari dan dilanjutkan dengan pelatihan daiyah muda yang diikuti 40 peserta.

Dijelaskan Yusnaini, peran daiyah dalam syiar Islam sangat urgen. Namun kendala yang dihadapi adalah jumlah juru dakwah wanita yang ada tidak sebanding dengan yang dibutuhkan.

Hal itu merupakan salah satu kesimpulan penting pertemuan pimpinan ormas muslimah yang dilaksanakan di awal kegiatan yang diikuti 15 ormas. Maka dari itu, ungkapnya para pimpinan ormas muslimah sepakat untuk melaksanakan pembinaan dan pelatihan daiyah muda, sehingga kebutuhan terhadap juru dakwah wanita dapat terpenuhi.

Sebagai nara sumber pada pelatihan itu adalah cendikiawan muslim Prof Dr H Syahrin Harahap, Sekretaris Umum MUI Sumut Prof Dr H Hasan Bakti Nasution dan Dra Hj Nani Ayumi. (R8/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru