Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 05 Agustus 2026
Jelang Pengoperasian Bus Trans Mebidang

Sejumlah Halte yang Rusak Sebelum Digunakan akan Direnovasi

- Minggu, 07 Juni 2015 13:44 WIB
737 view
Sejumlah Halte yang Rusak Sebelum Digunakan akan Direnovasi
SIB/Danres Saragih
TRANS MEBIDANG: Ini salah satu halte Bus Rapid Transportasi (BRT) Mebidang yang dibangun Dishub Kota Medan di Jalan Gatot Subroto Medan dan diterlantarkan sehingga kacanya berpecahan. Lantainya pun sudah terkelupas diduga akibat pengerjaannya tidak berkua
Medan (SIB)- Tidak lama lagi setelah lama tertunda, Sumut akhirnya punya moda transportasi massal yang dapat mengurangi kemacetan Kota Medan yang  akhir-akhir ini sudah mengkhawatirkan. Dishub Sumut memastikan Trans Mebidang (Medan-Bidang-Deliserdang) sudah bisa beroperasi Juli 2015.

Kepastian beroperasinya bus rapid transit (BRT) itu diperoleh setelah Perum Damri, Dinas Perhubungan (Dishub) Sumut, Organda, Ditlantas Polda Sumut, serta perwakilan Pemko Medan, Binjai, dan Deliserdang, menggelar rapat tertutup di Kantor Gubsu, kemarin. Trans Mebidang akan memanfaatkan rute (trayek) bus Damri yang sudah ada sekarang, tapi disiapkan shelter loading dock bagi penumpang.

Kadishub Kota Medan melalui Kepala Bidang Angkutan Darat, Dishub Kota Medan, Suriono kepada SIB, Jumat (5/6), mengatakan, saat ini Kota Medan masih menunggu kesiapan administrasi dan operator, termasuk ketersediaan fasilitas seperti halte.

“Khusus Kota Medan, sarana prasarana sudah siap 75 persen, tetapi masih banyak yang akan direnovasi sebab sudah banyak (halte yang dibangun Dishub Medan-Red) sudah rusak. Akan kami evaluasi dan lengkapi seluruhnya. Kami juga akan menyiapkan shelter portable, terutama untuk titik-titik yang belum memiliki halte,” kata Suriono tanpa mengungkapkan berapa lagi anggaran disiapkan untuk merenovasi halte-halte yang rusak itu.

Dijelaskannya, untuk halte bus Mebidang masih menggunakan yang sudah ada, dan akan terus ditambah jika bus angkutan massal itu sudah beroperasi. “Saat ini kita masih mengupayakan  halte yang sudah ada dan terus dibenahi hingga sempurna  total, karena bus Mebidang tidak dapat menurunkan dan menaikkan penumpang di sembarangan tempat, wajib di hatle yang sudah ada,” ujarnya.

Program bus Mebidang itu didesain agar tidak mengganggu Angkot yang ada. Sehingga tidak ada yang dirugikan tetapi masyarakat punya pilihan untuk bepergian. “Jadi penumpang memiliki pilihan jika ingin bepergian, tidak harus menggunakan kendaraan pribadi, sebab bus massal ini sudah sempurna karena dilengkapi AC dan tarif yang terjangkau,” pungkasnya. (A16/y)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru