Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 21 September 2026

Hari Terakhir Libur Sekolah, Bandara Kualanamu Dipadati Penumpang

* Harga Tiket Rp 2,7 Juta Tujuan Jakarta
- Senin, 27 Juli 2015 16:26 WIB
678 view
Hari Terakhir Libur Sekolah, Bandara Kualanamu Dipadati Penumpang
SIB/Petrus Sembiring
PADAT : Tampak jumlah penumpang dan pengantar terlihat padat di pintu keberangkatan (Boarding Gate) Bandara Kualanamu-Deliserdang, Minggu (26/7).
Deliserdang (SIB)- Hari terakhir libur sekolah, H+9 atau Minggu (26/7) Bandara Kualanamu Internasional tampak dipadati penumpang sejak pagi hingga sore bahkan diperkirakan hingga malam. Diperkirakan jumlah penumpang yang berangkat maupun tiba, baik penerbangan domestik maupun internasional mencapai 30 ribu penumpang. Kepadatan itu terlihat pada cuonter check in terminal keberangkatan di lantai III serta pintu masuk keberangkatan (boarding gate).

Data diperoleh di Posko terpadu Lebaran 2015, jumlah penumpang pada H+8 atau Sabtu (25/7) untuk keberangkatan maupun kedatangan baik domestik maupun internasional sebanyak 28.972 penumpang, menggunakan 222 pesawat termasuk 5 ekstra flight.

Di antara jumlah itu, jumlah penumpang yang tiba (mendarat) di Bandara Kualanamu untuk penerbangan domestik sebanyak 11.180 orang penumpang, menggunakan 87 pesawat. Sedang untuk penerbangan internasional jumlah penumpang yang tiba (mendarat) sebanyak 3.237 orang, menggunakan 24 pesawat.  

Sedang jumlah penumpang yang berangkat dari Bandara Kualanamu untuk penerbangan domestik sebanyak 12.337 orang menggunakan 87 pesawat, sementara untuk penerbangan internasional jumlah yang berangkat sebanyak 2.137 penumpang, menggunakan 24 pesawat.

Berdasarkan data itu, penumpang dari luar negeri lebih banyak yang datang daripada yang berangkat. Artinya warga Sumut yang berangkat atau berlibur ke Luar Negeri sudah memilih pulang ke tanah air pada H+8 atau Sabtu (25/7).

Deputy operasional dan teknik Bandara Kualanamu, Yos Suwagiono membenarkan sejak pagi dan diperkirakan hingga malam nanti Bandara Kualanamu dipadati penumpang. Dia memperkirakan sedikitnya 30 ribu penumpang yang menggunakan bandara untuk penerbangan keberangkatan dan kedatangan. Selama arus balik, jumlah penumpang yang berangkat dari Bandara Kualanamu belum seimbang dengan jumlah yang datang (mendarat) saat arus mudik lebaran.

HARGA TIKET MAHAL

Lonjakan penumpang arus balik Lebaran 2015 itu diiringi kenaikan harga tiket khususnya untuk tujuan kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta mencapai Rp 2,7 Juta. Dina (26) salah seorang penumpang Lion Air tujuan Jakarta dengan nomor penerbangan JT-399 jadwal keberangkatan pukul 15.00 WIB mengaku membeli tiket seharga Rp 2,695 Juta. Padahal saat hendak berangkat dari Jakarta, dia hanya membayar Rp 800 ribu untuk tiket maskapai Lion Air.

Hal senada disampaikan Habib (35) warga Medan yang merupakan penumpang Lion Air tujuan Jakarta, mengaku membayar tiket Rp 2,027 Juta. Titin (40) penumpang City Link tujuan Jakarta mengaku membayar tiket Rp 1,8 juta yang dibelinya sehari sebelum berangkat. Sementara Ari (43) penumpang City Link tujuan Jakarta juga mengaku membeli tiket Rp 1,8 Juta yang dibeli sepekan yang lalu.

Menteri Yuddy Instruksikan PNS Antar Anak
Sementara itu, MenPAN RB Yuddy Crisnandi mengeluarkan instruksi unik menjelang hari pertama anak masuk sekolah besok. Yuddy meminta pejabat tidak memberi sanksi PNS yang berangkat telat karena mengantar anak ke sekolah besok. Anda setuju?

"Meminta seluruh ASN dan aparatur pemerintah lainnya memperhatikan penanaman nilai-nilai budi pekerti di lingkungan sekolah anak dan memberikan perhatian kepada mereka. Salah satu bentuknya adalah mengantar anak ke sekolah di hari pertama mereka masuk sekolah dasar atau menengah," kata Yuddy dalam siaran pers, Minggu (26/7).

"Antarlah anak kita ke sekolah, akan menjadi kenangan indah sepanjang masa bagi mereka," sambung Yuddy.

Kepada para pejabat Yuddy mengimbau agar tidak memberikan sanksi jika PNS terlambat karena mengantar anaknya ke sekolah.

"Kepada para pejabat pembina kepegawaian, hendaknya memaklumi keterlambatan pegawainya masuk kantor saat hari pertama anak bersekolah jika para ASN mengantar anak-anak mereka dan tidak mencatatkannya sebagai pelanggaran disiplin jam kerja," imbau Yuddy.

"Selamat mengantarkan anak-anak ke sekolahnya," pungkasnya. (detikcom/A24/A15/d)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru