Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 21 September 2026

Pedagang Eceran Jalan Bulan Minta Satpol PP Tidak Arogan

- Jumat, 31 Juli 2015 09:51 WIB
292 view
Pedagang Eceran Jalan Bulan Minta Satpol PP Tidak Arogan
Medan (SIB)- Pedagang eceran sayur-mayur di Jalan Bulan, Jalan Veteran dan Jalan Terminal RRI mengharapkan petugas gabungan khususnya Satpol PP menggusur dengan cara manusiawi, agar tidak terjadi perlawanan pedagang membuat suasana mencekam.

“Cara mereka menggusur tidak manusiawi ada beberapa teman kami pedagang terpaksa dirawat karena luka dan bahkan ada yang pingsan ditabrak dengan kereta yang mereka gunakan, bahkan sejumlah pembeli yang datang menaiki becak juga diusir sehingga tidak ada yang datang belanja sayur-mayur ke tempat kami,” kata seorang pedagang br Manalu kepada wartawan di Jalan Bulan Medan, Kamis (30/7). 

Sementara Ketua P3TKN Riduan Sitanggang Kota Medan mengharapkan agar petugas gabungan tidak menggusur dengan seenaknya, tetapi dengan etika yang baik, sebab petugas dan masyarakat pedagang sama-sama Warga Negara Indonesia,  karena itu harus diperlakukan dengan baik.

“Mereka sudah lama berdagang di tempat ini. Dari berjualan itu pula mereka membiayai kehidupan keluarganya, karena itu berikan kelonggaran, dan solusi  terbaik sebab mereka berdagang sumber dagangannya  juga dibeli dari Pasar Induk di Lauchi, Pancur Batu,” katanya.

Dikatakannya, para pedagang mulai berdagang sejak pukul 04.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB  sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas, sementara yang membuat macat selama ini Jalan Sutomo adalah pasar penampungan dan pedagang itu sudah pindah ke Pasar Induk.

“Tetapi kenapa kami pedagang eceran yang sudah lama berjualan di tempat ini harus digusur, sementara jika kami berdagang di Pasar Induk tidak laku, karena tidak ada orang yang datang, sementara langganan kami sudah ada di tempat ini, terpaksa kami tetap berjulan di tempat ini, walau harus berlawanan dengan aparat,” katanya.

Karena itu para pedagang minta PLh Wali Kota menginstruksikan Dirut PD Pasar Kota Medan menghentikan sementara  penggusuran, mengingat bulan-bulan ini memasuki masa Pilkada, agar Kota Medan tetap kondusif. 

“Kalau tetap dilakukan penggusuran, maka pedagang bisa saja marah karena lapar, dan melakukan perlawanan, akibatnya Kota Medan dapat mencekam alias tidak kondusif. Para pedagang juga berjanji akan golput pada Pilkada pemilihan wali kota Medan mendatang jika tetap diperlakukan tidak manusiawi dan juga mengancam akan menggelar demo besar-besaran ke Pemko Medan,” pungkasnya. (A16/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru