Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Maret 2026
Menakertrans Hanif Dhakiri Buka KKIN V di Medan

Pekerja Indonesia Harus Jadi Tuan di Rumah Sendiri Saat MEA

- Jumat, 11 Desember 2015 10:10 WIB
319 view
Pekerja Indonesia Harus Jadi Tuan di Rumah Sendiri Saat MEA
SIB/Dok
Menakertrans Hanif Dhakiri didampingi Plt Gubsu H T Erry Nuradi memukul gondang menandai pembukaan acara Kompetisi Keterampilan Instruktur Tingkat Nasional V (KKIN V) di Balai Besar Latihan Kerja Medan, Kamis (10/12).
Medan (SIB)- Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Hanif Dhakiri mengatakan mau tidak mau, suka tidak suka, Indonesia harus menjadi pemenang menghadapi MEA. Karenanya ia mengajak dan mengimbau agar semua pihak bahu-membahu, melakukan gerakan bersama secara nasional untuk berkontribusi. "Agar tenaga kerja kita yang sangat banyak jumlahnya itu, dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Kita harus mampu bersaing dalam ruang lingkup regional ASEAN," ujarnya.

Hal itu dikatakannya Menakertrans didampingi Plt Gubsu H T Erry Nuradi saat membuka acara Kompetisi Keterampilan Instruktur Tingkat Nasional V (KKIN V) di Balai Besar Latihan Kerja Medan, Kamis (10/12).

Dia meminta semua pihak memersiapkan diri berupa skill maupun kompetensi, guna menghadapi persaingan bebas ASEAN (MEA) yang akan berlaku akhir tahun 2015. Kesiapan sumber daya manusia (SDM) angkatan kerja Indonesia ini dinilai sangat penting agar Indonesia mampu menjadi pemenang dalam kompetisi MEA.

Dia mengakui, masih perlu dilakukan percepatan peningkatan kompetensi tenaga kerja Indonesia. "Ini memang tantangan buat kita, karena merupakan kesepakatan internasional, mau gak mau kita harus siap. Karena itu, sisa waktu yang tersedia harus kita manfaatkan secara optimal, untuk melakukan percepatan peningkatan kompetensi dari tenaga kerja kita," ujarnya.

Selain peningkatan kompetensi, dia menyebut pemerintah juga mendorong dilakukannya percepatan sertifikasi profesi terutama dari sektor-sektor prioritas.
 
Pelaksanaan MEA diakuinya dapat menimbulkan dampak negatif terhadap dunia ketenagakerjaan di Indonesia, jika tidak menyiapkan kompetensinya dengan baik. "Karena itu kompetensi harus kita percepat, sertifikasinya juga. MEA sudah di depan mata, kita akan gunakan waktu yang tersisa untuk melakukan percepatan-percepatan itu," ujarnya.  (A14/f)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru