Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 05 Maret 2026

Perayaan Natal Keluarga Besar Pinaesaan, Sulawesi Utara di Medan

- Sabtu, 12 Desember 2015 10:31 WIB
616 view
Perayaan Natal Keluarga Besar Pinaesaan, Sulawesi Utara di Medan
SIB/Dok
Panitia dan tokoh-tokoh Perkumpulan Tolong Menolong Pinaesaan (PTMP) Medan Sekitarnya foto bersama seusai perayaan Natal, Sabtu (5/12).
Medan (SIB)- Kedatangan Yesus Kristus ke dunia tidak hanya bagi sekelompok manusia, tetapi untuk semua manusia.  Ketika Yesus lahir, orang-orang Majus, gembala, kaum bangsawan datang menyembah dan memuji Dia. Mereka saling berlomba bertemu dengan Kristus.

Demikian diungkapkan  Pendeta Fachli Bariudin MA,  pada Perayaan Natal  Perkumpulan Tolong Menolong Pinaesaan (PTMP) Medan sekitarnya, Sabtu malam lalu, 5 Desember 2015. 

Perayaan Natal bertema : "Menjadi satu di dalam Tuhan" (Johannes: 17:21, dan Sub Tema: "Torang samua bersatu dalam melayani Tuhan dan sesama"  berlangsung di Gereja Kalam Kudus, Sekip, Medan, dan dihadiri sekitar 500 keluarga Pinaesaan. 

Pendeta Fachli  dalam khotbahnya yang diambil dari 1 Petrus 3:9b menghimbau anggota pekumpulan keluarga besar Serikat Tolong Menolong Pinaesaan, Sulawesi Utara,  agar berlomba bertemu dengan Kristus, sehingga dikuatkan oleh Roh yang terus memelihara persatuan, saling memberkati satu dengan yang lain. "Keluarga Pinaesaan harus memiliki ciri khas yang berbeda, sehingga perkumpulan ini menjadi pujian bagi Tuhan," katanya.

Ketua  Panitia Natal Andre Goni, mengatakan Perayaan Natal warga Sulawesi Utara dirayakan setiap Tahun. "Meski jauh dari tempat asal, tetapi kitorang tetap merayakan Natal.  Mari terus memupuk persatuan dan kesatuan," kata Andre.

Menurut Andre, saat ini warga Manado yang tergabung dalam PTMT yang sudah berusia lebih dari 37 tahun itu memiliki anggota sebanyak 400 Kepala keluarga dan tersebar di berbagai wilayah di kota Medan dan Sekitarnya. 

"Warga Sulawesi Utara ada yang sudah lahir di Medan dan menikah dengan orang-orang Medan, demikian juga sebaliknya. Supaya keluarga Manado yang bermukim di Medan membawa missi Kristus. Kitorang Samua Basudara, kita semua bersaudara," ujar Andre.

Perayaan Natal Pinaesaan diwarnai oleh ragam bahasa yang terdapat di Minahasa, Sulawesi Utara yang terlihat dari lagu-lagu yang digunakan  di antaranya bahasa Tonsea, Tountemboan, Manado.

Perayaan tersebut dimeriahkan Paduan Suara Magnificat yang beranggotakan 26 orang, berasal dari Paroki Hayam Wuruk, Medan, Paduan Suara  Syalom, serta para penyanyi cilik dari keluarga Pinaesaan. 

Paduan Suara Magnificant tampil memukau saat membawakan lagu-lagu Natal: Haleluyah. Paduan suara yang didominasi para remaja dan pemuda ini membawakan lagu-lagu Natal lainnya. 

Rafael Goni, seorang pemain musik klasik cilik yang baru duduk di kelas IV SD, tampil  memukau saat memainkan lagu The First Noel.

Acara Perayaan Natal diakhiri dengan makan bersama, serta ramah tamah di antara warga Pinaesaan. (R4/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru