Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 05 Maret 2026

Reses Anggota DPRD Medan Robby Barus di Medan Barat, Masalah Banjir dan Raskin Mengemuka

- Senin, 14 Desember 2015 09:53 WIB
683 view
 Reses Anggota DPRD Medan Robby Barus di Medan Barat, Masalah Banjir dan Raskin Mengemuka
SIB/ Horas Pasaribu
Ketua Fraksi PDI Perjuangan Kota Medan Robby Barus, didampingi Camat Medan Barat Ridho Nasution dan Wakapolsek Medan Barat AKP BH Pasaribu melaksanakan reses pribadi ke 3 tahun 2015 Dapil Medan III, Senin di Jalan Sekata, Medan Barat.
Medan (SIB)- Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Medan Robby Barus, mengatakan, lahan terbuka di Medan makin sempit. Hal itu terjadi karena banyak lahan yang berubah fungsi menjadi perumahan, sehingga daya serap tanah terhadap air makin berkurang. Apalagi property tersebut tidak menyediakan parit dan menembok tinggi perumahan sehingga air tidak menyerap ke tanah, akibatnya pemukiman warga yang menjadi sasaran luapan air.
Hal tersebut dikemukakan Robby Barus pada reses pribadinya ke 3, Dapil Medan III (Kecamatan Medan Barat, Medan Baru, Medan Helvetia dan Medan Petisah), Senin di Jalan Sekata, Medan Barat. Turut hadir Camat Medan Barat Ridho Nasution, mewakili Kadis Perkim Meidiansyah, Erfin Lurah Sei Agul dan Ardiansyah dari Dinas Bina Marga. Dia mengungkapkan hal itu terkait pertanyaan warga yang mengatakan 10 tahun terakhir kawasan tersebut kerap terjadi banjir, hanya hujan sedikit saja air sudah menggenangi rumah warga.

Menanggapi keluhan itu, Robby mengatakan, sekitar tahun 80an lahan-lahan kosong masih sangat banyak dan luas. Kalau hujan turun maka guyuran air sederas apapun diserap tanah yang masih banyak ditanami pohon-pohon besar dan sungai Deli menampung pembuangan dari selokan warga. Namun sekarang lahan-lahan kosong tersebut sudah banyak dijual dan dibangun property tanpa mengindahkan Rencana Tata Ruang Kota.

Namun kata Robby, kalau kondisi seperti itu sudah terjadi maka tugas masyarakat adalah menjaga lingkungan agar tetap bersih, tidak ada lagi parit maupun selokan yang tumpat oleh sampah. Jangan lagi warga memperparah kondisi yang sudah buruk, tapi jadilah warga panutan yang perduli terhadap kebersihan lingkungan. “Saya melihat masih banyak warga yang masih membuang sampai ke parit, sehingga Sungai Deli sebagai tempat pembuangan air dari pemukiman penuh sampah. Kebiasaan seperti ini kami harapkan jangan terjadi lagi, karena terjadinya banjir salah satunya adalah karena parit yang tumpat oleh sampah,” jelas Ketua Komisi A ini.

Dari reses tersebut juga mengemuka persoalan-persoalan klasik seperti sulitnya mendapatkan gas 3 Kg, belum meratanya warga yang berhak mendapat beras miskin (raskin), jalan berlubang. Penyebaran Kartu Indonesia Sehat dan Indonesia Pintar juga belum merata dan integrasi Kartu Medan Sehat atau JPKMS ke BPJS belum menyeluruh.

Menanggapi hal itu, Robby akan berkordinasi kepada Pemko dan camat, karena itu adalah programnya pemerintah pusat, dia meminta kepada Camat kalau kartu-kartu itu sudah turun supaya segera disalurkan kepada warga. “Terkait dengan BPJS integrasi dari JPKMS nanti kita lihat bagaimana pendataannya, Kalau masih ada warga kurang mampu yang belum dapat, tahun 2016 akan kami anggarkan lagi dan pendataannya harus benar-benar transparan,” paparnya. (A12/y)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru