“Sehat adalah anugerah tertinggi, Nibbana adalah kebahagiaan tertinggiâ€
(Dhp. XV. 204)
Kita semua sadar akan pentingnya kesehatan, akan tetapi banyak di antara kita yang masih menganggap biasa soal kesehatan. Kita masih lebih ambisi pada pekerjaan untuk meraih keuangan/hasil yang lebih baik dibandingkan dengan komit dalam pengaturan olahraga, makan dan istirahat yang teratur untuk kesehatan. Tanpa kita sadari uang yang kita kejar tidak akan berguna tanpa menjaga kesehatan. Ketika sehat, uang yang hilang dengan tubuh yang sehat bisa kita dapat kan kembali dan sebaliknya saat sehat hilang bukan saja penghasilan makin turun, tetapi uang yang selama ini didapat dari menguras kesehatan juga harus dipakai habis. Ingatlah selalu pepatah Perancis “Penyakit datang seperti kelinci, tetapi pergi seperti kura-kura. “Penyakit datang sedemikian cepat tanpa dapat kita perhitungkan dan sembuhnya sangat lambat. Saat sakitlah, banyak di antara kita baru tersadarkan betapa pentingnya merawat kesehatan.
Kesehatan memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Dengan kesehatan, segala aktivitas dapat terlaksana sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Secara umum kesehatan terbagi menjadi dua yaitu kesehatan fisik dan kesehatan mental atau jiwa. Gusti Agung Rai Kusuma Yudha atau biasa dikenal dengan Ade Rai, tokoh binaraga Indonesia mengungkapkan kesehatan dapat diperoleh melalui tiga cabang pohon kebugaran yang terdiri dari istirahat yang cukup, makan yang bergizi, dan olahraga yang teratur. Sedangkan akarnya adalah pikiran yang jernih. Keempatnya sama pentingnya dan senantiasa perlu diperhatikan untuk menopang sebuah pohon kebugaran agar tetap tegak meraih kesehatan fisik dan mental/jiwa secara utuh.
Dengan ketiga cabang pohon kebugaran tersebut kita dapat merawat kesehatan kita. Kualitas istirahat yang cukup perlu dipenuhi agar daya tahan tubuh kita tidak gampang dikuasai penyakit. Tidaklah tidur melampaui batas yang dibutuhkan tubuh, tidak juga menahan diri untuk beristirahat sesuai kebutuhan. Sejumlah peneliti dari University of Pisa, Italia menyampaikan penelitian bahwa terdapat hubungan yang sangat kuat antara kualitas tidur yang buruk dengan resiko darah tinggi yang berpotensi tinggi terkena serangan jantung. Selain itu, tubuh juga memerlukan makanan sehat dan bergizi sesuai porsi kebutuhan. Pergeseran pola makan yang mengarah ke makanan cepat saji dan diawetkan saat ini juga memicu sejumlah penyakit karena makanan tersebut mengandung garam tinggi, lemak jenuh dan rendah serat. Pola hidup sehat juga dapat ditopang dengan berolahraga secara teratur untuk menjaga kebugaran tubuh. Namun, kesibukan sering kali dijadikan alasan untuk tidak berolahraga. Jangan sampai kita hari ini menghabiskan waktu kita hanya untuk mengumpulkan uang dan tidak menjaga kesehatan. Tapi pada akhirnya nanti uangnya habis hanya untuk mengobati kesehatan yang telah hilang.
Plato, seorang Filosof Yunani mengungkapkan “Inilah kesalahan terbesar dalam perawatan tubuh manusia hari ini, yaitu dokter memandang jiwa raga secara terpisah. “Banyak di antara kita yang tidak melihat menjaga jiwa/pikiran sama pentingnya dengan menjaga fisik kita untuk kesehatan. Ketiga cabang pohon kebugarannya kini olahraga, makanan dan istirahat teratur diperlukan untuk menjaga kesehatan fisik, namun yang tidak kalah penting akar pohonnya yakni pikiran yang jernih untuk mendapatkan kesehatan jiwa/mental.
Menssana in corporesano, ungkapan Latin mengungkapkan dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Salah satu hal yang sangat penting dalam pribadi seseorang adalah kesehatan jiwa/mental, yaitu kondisi mental yang tidak sakit. Buddha Dhamma berperan besar dalam memecahkan kesulitan untuk kesehatan mental, Buddha menunjukkan bahwa setiap orang secara terus-menerus mendengarkan suatu suara dalam dirinya dan menafsirkan apa yang sedang dirasakannya. Tindakan ini merupakan tindakan untuk menenangkan diri terhadap prasangka, kegelisahan dan ketakutan. “Melenyapkan kegelisahan, dan kekhawatiran maka akan terbebas dari perasaan tegang, dengan pikiran tenang, mensucikan batinnya dari kegelisahan dan kekhawatiran. Ia melenyapkan keragu-raguan, ia hidup bagaikan orang yang telah terbebas dari kekacauan batin dan batinnya berada dalam kebaikan, ia mensucikan batinnya dari keragu-raguan†(D.III.XIV.25).
Sebagaimana yang diajarkan Sang Buddha, rahasia sehat untuk pikiran dan badan adalah tidak menatapi masa lalu, tidak mencemaskan masa depan, tetapi hidup pada saat ini secara bersungguh-sungguh dan bijaksana. Sering sekali penyakit datang karena terlalu memikirkan sesuatu yang terjadi di masa lalu. Jiwa sering tertekan, sedih berlebihan, khawatir dan takut atau kondisi jiwa tidak sehat lainnya akibat memikirkan sesuatu yang tidak mungkin kita ubah lagi karena telah terjadi. Dan kemudian kondisi ini memicu kurangnya perhatian pada kebugaran tubuh sehingga gampang tertular penyakit. Hal yang sama juga sering terjadi saat sesuatu yang akan terjadi di masa depan dicemaskan berlebihan.
Keinginan kuat untuk sehat adalah bagian dari kesehatan itu sendiri. Hanya diri sendiri yang dapat menolong dirinya untuk sehat. Kesehatan itu dari kita, oleh kita dan untuk kita. Kesehatan tidak dapat dihadiahkan oleh orang lain. Hanya diri kita yang bisa mengatur pola makan yang baik, istirahat yang cukup serta berolahraga teratur untuk tetap sehat. Seperti layaknya ungkapan ‘lebih baik mencegah daripada mengobati’. Kesehatan merupakan satu proses yang tidak tepat dimulai saat seseorang sedang sakit.
Nibbana adalah tujuan tertinggi umat Buddha, sedangkan sakit, usia tua, kematian sebagai ciri dari penderitaan merupakan proses tak terelakkan yang penuh makna dan hikmah dalam perjalanan mencapai tujuan tertinggi. Kesehatan adalah berkah tertinggi yang perlu kita rawat. Dia yang mempunyai kesehatan, mempunyai harapan; dan Dia yang mempunyai harapan, mempunyai segalanya.
Kesehatan adalah kekayaan sejati… Bukan emas atau perakâ€.
(MAHATMA GANDHI/d)