Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 06 September 2026

Ahli Tahu

* Oleh: Upa. Madyamiko Gunarko Hartoyo
- Sabtu, 09 April 2016 15:07 WIB
657 view
Proses belajar akan mengubah seseorang yang pada awalnya tidak tahu menjadi tahu. Namun hanya mengetahui saja tidaklah akan ada gunanya apabila tidak diterapkan dalam tindakan yang nyata. Tindakan nyata yang didasari oleh pengetahuan akan melahirkan kemampuan. Kemampuan yang dilakukan secara berulang-ulang akan menciptakan keterampilan. Selanjutnya, keterampilan yang diasah terus-menerus akan melahirkan keahlian. Keberhasilan dalam menjalani kehidupan dapat diukur dari kualitas keahlian yang dimiliki; dan kualitas keahlian yang baik hanya dapat diraih dengan cara belajar yang dilakukan secara terus-menerus, tanpa henti, dengan penuh ketekunan, dan tanpa kenal lelah.

Sebuah nasehat bijak mengatakan bahwa lebih baik menggunakan uang untuk berinvestasi pada leher ke atas, dan bukannya pada leher ke bawah. Hal ini bermakna apabila seseorang menggunakan uang untuk memenuhi kesenangan, maka uang akan segera lenyap dari tangannya, seiring dengan kesenangan yang didapatkan. Tetapi jika seseorang menggunakan uang untuk mengisi pikiran dengan praktek Buddha Dhamma, maka akan muncul keahlian yang pada gilirannya akan mengalirkan limpahan kebahagiaan secara otomatis ke dalam dirinya. Seseorang hanya berupaya dalam kegiatan mencari uang, maka uang pasti akan didapatkan, namun uang akan berhenti mengalir apabila tidak mencarinya lagi. Sebaliknya, jika fokus kegiatan berupaya dalam mengasah keahlian, maka keahlian akan  didapatkan, dan kebahagiaan secara tidak langsung datang mencari. Seperti hal yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari hari, seorang yang ahli dalam mengerjakan sesuatu secara tidak langsung akan disenangi dan dicari kembali oleh pelanggannya.

Sebagaimana diuraikan Sang Buddha dalam Manggala Sutta, keahlian merupakan salah satu berkah yang akan memberikan kebahagiaan. Dengan meningkatkan keahlian dalam Buddha Dhamma, seseorang tidak hanya sekedar memiliki pengetahuan Buddha Dhamma namun juga mampu mempraktekkan dalam kehidupan secara berulang dan meraih kebahagiaan atas keahliannya. Keahlian dalam Buddha Dhamma merupakan pemahaman kebenaran alam semesta yang tidak hanya sekedar dengan telah membaca, mampu menulis, atau sekedar mendengarkan. Namun pengetahuan yang dimiliki telah dipercaya karena telah melalui praktek langsung berulang dan menjadi alat hubungan dengan orang lain serta digunakan dalam memecahkan masalah dalam kehidupan.

Secara umum, pengembangan keahlian menghadapi masalah dalam kehidupan dapat diasah melalui pengulangan praktek pengetahuan Buddha Dhamma. Dengan meningkatkan keahlian Buddha Dharma, seseorang akan lebih mampu mendapat solusi terhadap munculnya masalah kehidupan. Keahlian yang dimiliki akan memberikan kebahagiaan yang lebih besar kepada keluarga dan lingkungan sekitar melalui kekuatan pengaruh yang mampu disebarkan. Keahlian yang dimiliki akan memberikan kesempatan yang luas untuk semakin menyebarluaskan keberhasilan praktek pengetahuan.
Sebagai perumpamaan kita dapat memahami keahlian dalam memanfaatkan waktu. Setiap orang memiliki waktu yang sama, 60 menit sejam, 24 jam sehari dan 365 hari per tahun. Namun kualitas kehidupan seseorang dapat berbeda atas keahlian yang dimilikinya. Tentunya masih lebih bermanfaat seseorang yang hidup sehari dengan praktek Buddha Dhamma dibandingkan seorang yang hidup ribuan tahun tanpa keahlian mempraktekkan Buddha Dhamma. Waktu merupakan harta yang paling berharga untuk menunjukkan betapa pentingnya keahlian perlu ditingkatkan sesegera mungkin. Mereka yang tidak memiliki keahlian akan semakin ketinggalan mengantisipasi kemungkinan buruk dalam kehidupannya dan mengecilkan peluang baginya meningkatkan kwalitas kehidupan yang lebih baik. Keahlian yang dimaksud adalah bagaimana kemampuan untuk mengelola dan menggunakan waktu seefisien mungkin untuk praktek kehidupan yang lebih baik.

Untuk memperoleh kesuksesan dalam kehidupan, dibutuhkan karakter sukses yang hanya bisa dibentuk melalui kebiasaan - kebiasaan positif sesuai Buddha Dhamma. Bersiaplah untuk  berlatih, memelihara, dan mengembangkan kebiasaan berpikir dan bermental sesuai Delapan Jalan Utama secara berkesinambungan sehingga menjadi keahlian.  Sehingga, pada akhirnya akan muncul keahlian yang akan membawa kita pada puncak kesuksesan di setiap perjuangan kehidupan kita. (r)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru