Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 06 September 2026

"Life is Change"

Oleh : Bhikkhu Khemanando Thera
- Sabtu, 22 Maret 2014 14:39 WIB
1.998 view
Namo Tassa Bhagavato Arahato Sammasambuddhassa

Hidup adalah serangkaian cerita yang selalu berubah. Dari kecil hingga dewasa kehidupan setiap orang selalu membawa perubahan. Demikian juga apa yang terjadi pada diri kita, dari satu tahun dua tahun hingga saat ini kita sendiri sudah banyak mengalami perubahan demi perubahan. Waktu yang lama dalam hitungan hari, namun terasa sangant cepat dalam mengarungi kehidupan ini. Semuanya adalah wujud pembelajaran yang menarik untuk menghiasi kehidupan itu sendiri, yang tak pernah terhenti. Mengenai kehidupan, Buddha menuturkan bahwa Sabbe Sankhara Aniccati; segala kondisi tidaklah kekal adanya. Itu berarti segala fenomena selalu berubah, penuh dengan tantangan dan pengorbanan. Semuanya itu adalah sebuah proses yang selalu kita alami dalam kehidupan ini. Perubahan, cinta dan kebahagiaan itu mudah jika tahu caranya. Dengan memperlajari dan praktek akan dapat dirasakan. Seperti apa yang dikatakan seorang Charles F Haanel bahwa "Jika pikiran kita bersifat konstruktif dan harmonis, maka kita mewujudkan yang baik". Perubahan, cinta dan kebahagian juga membutuhkan pikiran yang sangat konstruktif dan harmonis jika tidak maka akan menemui kegagalan. Sama seperti Buddha sabdakan bahwa "Pikiran adalah pelopor, pikiran adalah pemimpin dan pikiran adalah pembentuk, apabila seseorang berbicara dan berbuat dengan pikiran yang baik, maka kebahagian akan mengikutinya, bagaikan bayang-bayang yang tak pernah meninggalkan bendanya". Hal ini menunjukkan bahwa pikiran mempunyai peran yang sangat penting dalam hidup sehingga perubahan-perubahan, cinta dan kebahagiaan kita memerlukan integritas pikiran yang mampu membawa perubahan, cinta dan kebahagiaan yang lebih baik.

Kita bisa mengambil contoh orang-orang yang hebat, yang hidup beberapa abad belakangan ini dan yang masih ada di dunia ini seperti; Sangharaja Phra Nyanasamvara Mahathera (baru beberapa minggu wafat), Dalai Lama, Mahatma Gandhi, Bunda Teressa, John F Kennedy, Steve Jobs, Master Cheng Yen, Yang Mulia Phra Kru Buddha Dhamma Parakt Jinadhammo Mahathera dan tokoh-tokoh lainnya. Mereka adalah seorang ispirator bagi orang-orang di dunia ini dan tutur kata mereka menjadi motivasi hidup bagi yang lainnya. Mereka semua menggunakan hukum pikiran untuk perubahan-perubahan hidup demi menemukan dan membagi cinta dan kebahagiaannya. Mereka melihat, mengenal, mengamati, memperhatikan dan menyadari hingga akhirnya impian-impian mereka menjadi nyata. Dengan melihat peran-peran tokoh ini mungkin kita akan menyadari perubahan itu penting dilakukan, cinta itu juga penting untuk dibagikan serta kebahagiaan juga sangat penting untuk direalisasikan. Buddha sebagai tokoh ideal kita menjadi kunci kesuksesan untuk mencapai sebuah impian-impian indah itu menjadi nyata. Dengan tekadnya (Aditthana) sebelum beliau merealisasi Sammasambuddha di bawah pohon Bodhi; Beliau mengungkapkan tekat suci yang sangat luar biasa "Petapa Siddhatta Gotama bertekat; aku tidak akan bangun dari tempat duduk ini sebelum memperoleh penerangan sempurna atau Nibbana meskipun kulitku, urat-uratku dan tulang-tulangku akan musnah dan darahku habis mengering".

Kita bisa meniru tekat Boddhisatta Siddhatta Gotama ini, dengan menggunakan tekad yang kuat serta pantang mundur, perubahan-perubahan apapun di dunia ini dapat kita lakukan. Seperti perikan dhammapada ini "Yassa papam katam kammam, kusalena pahiyati, somam lokam pabhaseti, abbhamuttova candima". Yang artinya barang siapa yang meninggalkan perbuatan jahat yang pernah dilakukan dengan jalan berbuat kebajikan, maka ia akan menerangi dunia bagaikan bulan yang bebas dari awan. Yang dimaksud di dalam syair di atas adalah tentang perubahan yaitu perubahan ke arah yang lebih baik (Change for the better). Hal inilah yang selalu dianjurkan oleh para bijaksana, para ariya. Sebagai contoh adalah seorang Ahimsaka, yang dulunya sebagai pemotong jari manusia lalu ia buat sebagai kalung jari sehingga ia dijuluki Angulimala. Gambaran seorang Angulimala dapat menjadi contoh sebuah perubahan yang bisa membawa cinta dan kebahagiaan, sengan syair beliau yang berjudul Angulimala Paritta dapat membuktikan cinta bagi kaum wanita yang akan melahirkan. Karena cinta kasihnya terhadap kaum wanita yang akan melahirkan maka beliau mempunyai tekat baik untuk memudahkan mereka melahirkan anaknya. Maka dengan Change, Love and Happiness ia dapat mengubah kehidupan kita menjadi lebih bahagia. Hiduplah dalam perubahan, cinta kasih dan kebahagiaan, bahkan di antara mereka yang dipenuhi oleh kebencian, lihatlah ke dalam diri, tenang menghadapi permasalahan, selalu membebaskan diri dari rasa takut dan khawatir. Dan yang paling penting pahami menipisnya kebahagiaan hidup dengan cara berubah, cinta dan membagi kebahagiaan.(r)


Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru