Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 20 September 2026

Arab Saudi Siap Atasi Koronavirus Sindrom Pernafasan Saat Musim Haji

*Penyebaran Mers Bukan Wabah
- Jumat, 25 April 2014 17:46 WIB
352 view
Arab Saudi Siap Atasi Koronavirus Sindrom Pernafasan Saat Musim Haji
Riyadh (SIB)- Arab Saudi siap bagi pelaksanaan Ibadah Haji kendati terjadi kenaikan kasus penularan koronavirus Sindrom Pernafasan Timur Tengah (MERS), kata Menteri Kesehatan Abdullah Ar-Rabia.

"Kami bekerja keras untuk mengendalikan penyebaran virus tersebut dan siap bagi musim Haji," kata Ar-Rabia kepada pers setempat, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Senin petang. "Kami memiliki pengalaman lama dan kemampuan dalam pemberian obat secara massal sebab kami adalah rujukan internasional dalam bidang ini."

Pada Ahad (20/4), Kementerian Kesehatan Arab Saudi mengumumkan 13 kasus baru di empat kota besar, tapi mengatakan angka kematian telah berkurang dari 60 persen jadi 32 persen.

Ar-Rabia menyatakan kenaikan kasus yang dilaporkan tersebut disebabkan oleh peningkatan pendekatan pada pemeriksaan dan bukan penyebaran virus yang bertambah cepat.

Tak ada vaksin yang tersedia buat penyakit itu dan jalur penularannya masih belum diketahui, kata menteri tersebut. Ia menambahkan lima perusahaan farmasi internasional telah berusaha mengembangkan satu vaksin.

Menurut media lokal, 97 orang telah meninggal akibat penularan koronavirus MERS dari 244 kasus yang dikonfirmasi sejak 2012.

MERS BUKAN "WABAH"

Penyebaran infeksi koronavirus Sindrom Pernafasan Timur Tengah (MERS) di Arab Saudi baru-baru ini bukan wabah karena sedikit kasus, kata Asisten Wakil Menteri Urusan Umrah di Kementerian Haji Abdullah Marghani kepada surat kabar Al-Eqtisadiya.

Marghani mengatakan Kementerian Kesehatan belum mengumumkan situasi darurat. Ia menambahkan Kementerian Haji bukan hanya akan bertindak sejalan dengan keputusan dari Departemen Kesehatan.

"Kami belum melakukan langkah pencegahan seperti pembagian masker, seperti memakai atau tidak memakai masker adalah keputusan pribadi," ia mengatakan.

Marghani mengatakan tak ada permintaan yang diterima untuk membatalkan pemesanan buat umrah, ibadah ke Mekkah, dan jumlah kunjungan ke kota suci tetap normal.

Menurut statistik Kementerian Haji, 3,8 juta orang menunaikan umrah musim ini, naik 30 persen dari musim lalu, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu malam.

Namun, menurut surat kabar lokal, wabah tersebut telah mengakibatkan panik di kalangan sebagian orang di negeri itu, dan telah membuat negara tetangga meningkatkan langkah pencegahan.

Pada Senin lalu (21/4), Yaman mengumumkan langkah pencegahan terhadap penularan tersebut akibat tingginya angka kematian, sebanyak 40 persen.

Pada Senin, Arab Saudi memecat menteri kesehatannya, cuma sehari setelah ia mengumumkan kenaikan kasus penularan koronavirus menjadi sedikitnya 244 sejak kasus diagnosis pertama pada 2012. Virus tersebut telah menewaskan 97 orang.

Pada Selasa (22/4), negara Timur Tengah itu melancarkan operasi di seluruh negeri tersebut untuk mengendalikan penularan dan meningkatkan kesadaran mengenai penyakit itu, yang belum ada vaksinnya.

Arab Saudi telah mengadakan kontak erat dengan lima perusahaan obat internasional untuk mengembangkan vaksin guna melindungi rakyat dari penularan, kata pemerintah. (Ant/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru