Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 04 Juli 2026

Imam Istiqlal Kritisi Ormas Islam yang Anarkis

*Ahok: Jihad Saya Tidak Korupsi
- Jumat, 31 Oktober 2014 20:25 WIB
420 view
Jakarta (SIB)- Imam besar Masjid Istiqlal, Ali Musthafa Ya’qub memprotes aksi kekerasan yang dilakukan kelompok Islam yang menolak Plt Gubernur DKI Basuki T Purnama (Ahok). Menurutnya sah-sah saja jika ingin menolak Ahok sebagai gubernur, namun caranya jangan anarkis.

“Apakah ada dalam hadits yang membolehkan atau menyuruh orang Islam membunuh orang non Islam hanya karena beda agama. Pertanyaan ini tidak bisa dijawab kan,” kata Ali.

Hal ini dikatakannya saat memberi sambutan di depan Plt Gubernur DKI serta ratusan ulama dan umaro saat silaturahmi Tahun Baru Hijriyah di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (29/10).

Menurut Ali, Islam adalah agama yang diturunkan kepada umat manusia dan memberikan bekal bagaimana menghadapi situasi yang damai maupun situasi perang. Sayangnya, acap kali sebagian kelompok salah mengutip ayat dan menjadi alasan untuk berbuat anarkis.

“Maka ada dalam Al-quran yang hanya digunakan untuk situasi perang, ada juga yang digunakan dalam situasi damai. Kekeliruan dari sebagian orang-orang Islam menggunakan ayat-ayat perang untuk situasi damai. Dampaknya keluarlah perilaku anarkisme dan terorisme,” kata Ali.

Dia mencontohkan salah satu ayat yang meminta umat Islam bertindak keras kepada kaum non Islam. Menurut Ali, sangat tidak tepat mengutip ayat Al-quran sepotong-sepotong dan di luar konteks yang tepat.

“Satu ayat misalnya ‘untuk orang-orang kafir dan orang munafik, bersikaplah keras terhadap mereka’. Tapi kalau hanya ayat ini kita fatwakan mungkin akan muncul perilaku-perilaku anarkisme. Mereka tidak peduli, pokoknya ada non muslim, bunuh!,” ucapnya.

Ali menambahkan, hadits lain yang disering dikutip kalangan pelaku anarkis yakni ‘saya diperintahkan untuk memerangi manusia sampai dia mengucapkan tiada tuhan selain Allah’. Dia menegaskan, jika hanya ayat itu yang diambil tanpa dipadankan dengan ayat lain, maka akan keluarlah perilaku anarkis.

Seperti diketahui, ayat tersebut sering dijadikan landasan bagi ormas penyerang Ahok yang menolaknya menjadi gubernur definitif lantaran Ahok yang beragama Kristen. FPI misalnya, mendemo Ahok lantaran tak mau dipimpin oleh seorang kafir. Penolakan FPI berbuntut dengan kericuhan dan perilaku anarkis, beberapa waktu lalu.

Ahok: Jihad Saya Tidak Korupsi

Pelaksana tugas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku dia punya panggilan tersendiri sebagai pejabat. Ahok mengungkapkan dia berjihad untuk tidak menyalahgunakan wewenangnya tapi menggunakan kekuasaan untuk mendatangkan kebaikan.

“Menurut saya jihadnya saya di situ, ketika saya tidak korupsi, ada kesempatan tapi tidak terima suap, mempertahankan kebenaran dan mendorong manfaat bagi semua umat,” kata Ahok.

Mantan Bupati Belitung Timur ini melanjutkan, panggilan itu didapatkannya saat masih belajar di SD-SMP di kampung halaman. “Ini jihad yang saya dapat waktu sekolah Islam,” kata ayah tiga anak itu.

“Bahkan nabi pun angkat senjata bagi orang yang menzolimi orang yang tidak bisa mendapatkan haknya. Tidak bisa melawan atas ketidakadilan. Ini adalah panggilan bagi kita,” imbuhnya.

Di masa-masa itu, Ahok berujar guru agamanya selalu menekankan bahwa agama mengajarkan kebaikan. Karenanya dia siap mempertanggungjawabkan perbuatannya di dunia akhirat.

Ahok juga tak ambil peduli dengan perkataan orang lain tentang dirinya, termasuk protes sebagian ormas yang mengatasnamakan Islam.

“Ini urusan saya sama Tuhan. Saya sudah kenyang dengan begitu (tudingan miring). Saya bisa tanggungjawabkan dunia akhirat yang saya lakukan. Saya tidak pernah membuat orang menderita apalagi menzolimi orang,” jelasnya. (detikcom/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru