Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 April 2026
Piala Thomas-Uber

Tim Thomas Tak Mau Ulangi Kesalahan

* Tunggal Putri Diharapkan Bersinar
- Minggu, 15 Mei 2016 15:55 WIB
178 view
Kunshan (SIB)- Tim Thomas Indonesia datang dengan kepercayaan diri tinggi ke turnamen tahun ini di China. Meski demikian, mereka tak ingin mengulangi kesalahan dua tahun lalu.

Kala itu putra-putra Indonesia datang ke New Delhi, India, dengan keyakinan dapat membawa pulang Piala Thomas kembali ke Ibu Pertiwi.
Dengan amunisi terkuat yang diisi pemain-pemain top dunia yang tengah menanjak prestasinya seperti Tommy Sugiarto, Simon Santoso, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, Angga Pratama/Rian Agung Saputro, Tim Thomas Indonesia memang layak untuk diperhitungkan.

Namun kenyataan pahit harus diterima Indonesia saat ditekuk tim Thomas Malaysia yang tak dijagokan pada di babak semifinal dengan skor 0-3. Poin pertama direbut Lee Chong Wei dari Tommy Sugiarto dengan skor 21-19, 21-13. Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan yang menjadi andalan untuk menyumbang angka, juga tak kuasa menahan laju pasangan Hoon Tien How/Tan Boon Heong, 19-21, 21-8, 21-23.

Bermain dalam tekanan karena tim Indonesia sudah tertinggal 0-2, Dionysius Hayom Rumbaka akhirnya menyerah dari Chong Wei Feng, 10-21, 17-21.

"Percaya diri itu boleh, tetapi tidak boleh berlebihan, karena bisa menjadi bumerang untuk kami," ujar Kapten Tim Thomas 2014 dan 2016, Hendra Setiawan.

"Memang rasanya kecewa dan sedih sekali kalau ingat kekalahan di Piala Thomas 2014. Tetapi kami banyak belajar dari sana dan kami bisa sukses di Kualifikasi Piala Thomas 2016 kemarin," timpal tunggal putra Ihsan Maulana Mustofa.

Tim Thomas memang datang ke Kunshan, China, dengan modal gelar Asia Team Championships 2016 yang merupakan babak kualifikasi Piala Thomas zona Asia di Hyderabad, India, Februari lalu.

Pada turnamen yang dihelat 15-22 Mei mendatang, Indonesia tergabung di B bersama India, Hong Kong, dan Thailand.

Diharapkan Mampu Bersinar
Boleh dikatakan sektor tunggal putri adalah titik lemah dari Tim Uber Indonesia. Namun, harapan untuk para srikandi Merah-Putih tampil mengejutkan tetap ada.

Wajar saja ada keraguan demikian mengingat di atas kertas, kekuatan tunggal putri Indonesia memang masih kalah peringkat dengan tim unggulan seperti China, Jepang, dan Korea Selatan.

Namun, PB PBSI tetap menargetkan tim Uber untuk lolos ke babak perempatfinal. Ini artinya mereka harus bisa menjadi salah satu dari dua tim terbaik di Grup C yang dihuni Thailand, Hong Kong dan Bulgaria.

Meski dianggap lebih baik ketimbang Hong Kong dan Bulgaria, Indonesia masih tetap harus mewaspadai Thailand yang memang kuat di sektor tunggal putri

Thailand punya Ratchanok Intanon, Porntip Buranaprasertsuk, Busanan Ongbumrungphan dan Nitchaon Jindapol, yang berada di peringkat 25 besar dunia, masih lebih tinggi dibanding tunggal putri Indonesia yang diisi oleh Maria Febe Kusumastuti, Fitriani, Hanna Ramadini, dan Gregoria Mariska.

"Mudah-mudahan tim tunggal putri bisa bermain maksimal. Tim-tim seperti China, dan Jepang memang lebih kuat, tetapi ini kan pertandingan beregu, mudah-mudahan kami bisa tampil lebih baik dari turnamen perorangan," kata pelatih tunggal putri Bambang Supriyanto dalam rilis PBSI.

"Setidaknya tim Uber harus bisa lolos ke babak delapan besar (perempatfinal --red), minimal runner-up grup. Lawan terberat di grup adalah tim Thailand. Tunggal putri Thailand hampir semuanya bagus, semoga kami bisa mencuri setidaknya satu kemenangan dari tunggal putri," sambung Bambang.

Dengan adanya beberapa pemain muda Mariska, Ramadini, dan Fitriani, maka Piala Uber kali ini diharapkan jadi ajang menimba pengalaman untuk persiapan turnamen yang sama dua tahun lagi.

"Momen Piala Uber 2016 ini adalah wadah untuk mempersiapkan diri ke Piala Uber 2018, ini adalah pondasi dan bahan pembelajaran buat tim tunggal putri ke depannya," pungkas Bambang. (detikSport/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru