Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 30 Maret 2026

Dunia Olahraga Sumut Kehilangan Tengku Deddy Bustamam

- Senin, 02 Juli 2018 14:14 WIB
791 view
Dunia Olahraga Sumut Kehilangan Tengku Deddy Bustamam
Alm Tengku Deddy Bustamam
Medan (SIB) -Olahraga Sumatera Utara kembali berduka dengan kehilangan satu sosok terbaik pasca mantan atlet yang kini berprofesi sebagai wartawan dan wasit atlet loncat indah, Tengku Deddy Bustamam meninggal dunia, Minggu (1/7). Tengku Deddy Bustamam meninggal dalam usia 49 tahun di RS Herna. 

"Pastinya kami sangat terkejut mendengar kabar meninggalnya. Beberapa hari sebelumnya dia masih sehat," ungkap Ketua SIWO PWI Sumut SR Hamonangan Panggabean di rumah duka, Jalan Garu IV Medan Amplas, Minggu (1/7).

Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam. Apalagi semasa hidupnya almarhum sangat berdidikasi terhadap dunia olahraga dan jurnalistik. Dia merupakan atlet loncat indah Sumut pada tahun 80-an. Terakhir tampil membela Sumut pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 1996. 

Setelah pensiun dari atlet, almarhum kemudian terjun ke dunia jurnalistik. Dia mulai tercatat sebagai wartawan olahraga Harian Analisa mulai tahun 1997. "Meski sudah pensiun, almarhum tetap menyumbangkan gagasannya untuk dunia olahraga Sumut melalui tulisannya," tambah Hamonangan. 

Almarhum semasa menjadi wartawan dikenal sebagai sosok humoris. Dia juga pernah menjabat sebagai Ketua SIWO PWI Sumut periode 2006-2010. Selain itu, almarhum masih tercatat sebagai juri nasional loncat indah. "Almarhum memang sangat mencintai olahraga, khususnya aquatik. Karena itu, setelah memutuskan pensiun sebagai atlet  dia beralih menjadi juri," ujar mantan atlet nasional polo air, Rudi Rinaldi.

Almarhum meninggalkan seorang istri yang bernama Siti Khadijah, dan empat orang anak yakni, Tengku Natasya Hanim, Tengku Nanda Ramadhani, Tengku M Maulana serta Tengku Danul Rozak. Jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka Jalan Garu IV Medan Amplas dan rencananya dikebumikan Senin (2/7) hari ini. (R21/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru