Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 01 Juli 2026

Jokowi akan Carikan Bapak Angkat untuk Timnas U-16

* PSSI: Timnas U-16 Dibubarkan
- Jumat, 05 Oktober 2018 10:53 WIB
289 view
Jakarta (SIB) -Presiden Joko Widodo akan mencarikan bapak angkat untuk timnas Indonesia U-16. Hal itu agar Garuda Muda bisa terus mendapatkan kesempatan try out.

Keingingan itu disampaikan Jokowi dalam pertemuan dengan Timnas U-16 di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (4/10) pagi WIB. Keyakinan tinggi pada skill Brylian Negiehta Dwiki Aldama cs menjadi dasarnya.

"Saya ketemu hanya ingin memberikan semangat kepada anak-anak muda U-16 ini. Karena saya melihat ini ada sebuah peluang, ada sebuah kesempatan ke depan dalam kita membina pesepakbolaan Indonesia," kata Jokowi usai pertemuan di Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat. 

Jokowi lantas menceritakan bahwa dirinya selalu menyaksikan laga-laga Timnas U-16. Dia mengatakan, semangat bertanding anak asuh pelatih Fakhri Husaini tersebut sangat prima.

"Kita lihat kemarin di ASEAN ini juara, kemudian di tingkat Asia dengan Iran menang, kemudian dengan India seri, dengan Australia kalau menang tapi kemudian kalah," katanya. 

"Tapi yang saya lihat adalah semangat perjuangan dan semangat bertanding di lapangannya sangat prima sekali," tambahnya.

Untuk itu, Jokowi mengatakan dirinya akan mencarikan bapak angkat bagi Timnas U-16 ini. Yang dia maksud bapak asuh adalah BUMN yang akan membina para pemain muda tersebut.

"Saya titip tadi agar U-16 ini terus dibawa try out ke kompetisi-kompetisi tingkat dunia, sehingga betul-betul terasah skill dan pengalamannya. Saya juga tadi janji mencarikan BUMN yang akan menjadi bapak angkat, sehingga mereka bisa terkonsentrasi penuh dibackup oleh sebuah anggaran dalam mempersiapkan U-16 ini ke depannya. Baik nanti meningkat U-19 maupun di tingkat tim senior," katanya.

Namun Jokowi belum bisa menyebutkan nama BUMN yang akan menjadi bapak angkat itu. Dia masih mencari. Meski demikian, dia juga akan menyiapkan payung hukum agar keterlibatan BUMN tersebut tidak melanggar aturan.

"Nanti disiapin (payung hukumnya -red)," katanya.

PSSI: Timnas U-16 Dibubarkan
PSSI membubarkan timnas Indonesia U-16. Akan ada evaluasi untuk membuat program baru untuk masa mendatang.

Timnas U-16 baru saja menyelesaikan tugas berlaga di di Piala Asia 2018. Mereka gagal mencapai target meraih tiket ke Piala Dunia U-17 yang akan berlangsung di Peru tahun depan.

Indonesia dikalahkan oleh Australia di perempatfinal, hingga gagal lolos ke Piala Dunia U-17. Terhentinya langkah timnas U-16 juga menandakan berakhirnya kontrak pelatih Fakhri Husaini. Masa kerjanya hanya berlaku hingga Piala Asia.

Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria mengatakan seluruh pemain timnas U-16 dikembalikan ke klubnya. Evaluasi secara keseluruhan akan dilakukan dalam waktu dekat.

"Jadi statusnya memang kontrak (Fakhri) sudah habis per AFC ini. Selanjutnya evaluasi untuk perkembangan ke depannya seperti apa, karena pada intinya tim ini bubar. Jadi timnas U-16 ini bubar dulu, kembali ke elit pro akademi dan kembali melalui kompetisi elit pro," ungkap Tisha di Jakarta.

Terkait pelatih timnas U-16, apakah Fakhri akan dipertahankan atau disiapkan ke timnas kelompok umur lainnya, Tisha mengaku belum tahu. Sebabnya, semua harus dibicarakan lebih dulu mengingat pada tahun depan ada beberapa kejuaraan yang akan digelar.

"Ya mungkin akhir tahun akan kami lihat beberapa kandidatnya, karena persiapannya itu untuk U-16 kualifikasi, tahun 2020 kan tahun depan U-16 dan U-19 kualifikasi. Jadi itu yang akan kami persiapkan, ada SEA Games tahun depan, jadi kami akan lihat rotasinya ke depan seperti apa. Tapi yang jelas kontraknya habis, timnas bubar, pemain kembali ke klub masing-masing untuk berkompetisi,"

"Evaluasi akan dilakukan semua setelah kembali ke tempat masing-masing, nanti akan kami lihat seperti apa. Karena setelah kompetisi akan diadakan telent scouting lagi karena untuk persiapan U-16 untuk tahun berikutnya, apakah coach Fakhri lagi atau coach Fakhri melatih di usia lainnnya nanti akan kami lihat hasil evaluasi, karena tidak bisa hanya satu usia saja yang dievaluasi. Kami harus menunggu U-19, harus mengambil keseluruhan U-23, U-16, U-19," katanya menambahkan. (detiksport/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru