Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 07 April 2026

Dipanggil Bareskrim Polri, Sekjen PSSI: Memang Mau Sekalian Koordinasi

* BOPI akan Tingkatkan Peran Pengawas
- Minggu, 23 Desember 2018 18:06 WIB
373 view
Jakarta (SIB) -Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria buka suara soal pemanggilan Bareskrim Polri terkait kasus pengaturan skor. Ia menjelaskan PSSI memang berniat berkoordinasi.

Pada Jumat (21/12), Bareskrim memanggil sejumlah pejabat olahraga terkait kasus pengaturan skor sepakbola. Salah satu yang dipanggil adalah Ratu Tisha.
Ratu Tisha sendiri tidak memenuhi panggilan ke kantor Bareskrim. Ia mengaku ada meeting yang tidak bisa ditinggalkan.

Ratu Tisha menjelaskan pemanggilan Bareskrim tersebut. Menurutnya, PSSI sedianya sudah berniat menyambangi kepolisian lebih dulu untuk berkoordinasi terkait pembentukan Satuan Tugas pemberantasan match fixing yang digagas Polri.

"[Pemanggilan ini] Tidak masalah. Kami sebenarnya mau mengundang Polri juga, karena sudah inisiatif bikin Satgas, jadi ya harus ngobrol lebih lanjut dengan PSSI, karena hukum keolahragaannya juga ada di PSSI dengan ada di komite ad hoc yang akan dibangun di bulan Januari 2019," kata Tisha saat ditelepon.

"PSSI sendiri juga lagi bikin studi dengan FIFA dan AFC dan rencananya bulan Januari nanti akan mengundang Kepolisian juga. Jadi memang sekalian, kami janjian. Posisinya bikin satgas jadi bareng-bareng ini," ungkapnya.

Tisha menjelaskan, pemanggilan ini menjadi momentum PSSI dan Polri melakukan sinkronisasi. Ia berharap nantinya bisa ditemukan ranah masing-masing untuk menyelesaikan kasus pengaturan skor.

"Saya sebagai federasi, ini langkah pertama kami untuk sinkronisasi, karena komdis akan mengeluarkan hukuman sesuai kaidah keolahragaan, sesuai kode disiplin yang ada," sambungnya.

"Nah bila ditemukan ada melanggar praktik hukum negara, baru diserahkan ke polisi. Ini sekalian karena sama sekali belum rapat sejak Satgas dibentuk. Insyaallah, sebelum kongres bisa merumuskan timeline-nya yang dari komite ad hoc bersama satgas ini," bebernya.

BOPI Akan Tingkatkan
Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) bertekad meningkatkan peran pengawasan dan pengendaliannya terhadap olahraga termasuk pada isu mafia.

Hal tersebut disampaikan ketua BOPI, Richard Sam Bera, terkait tindakan pihak kepolisian yang akan memulai investigasi seriusnya terhadap dugaan terjadinya praktik-praktik kotor dalam sepakbola terutama isu pengaturan pertandingan (match fixing).

Hari Jumat (21/12) kemarin Richard dan Sekjennya, Andreas Marbun, dipanggil Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri untuk dimintai keterangan mengenai isu tersebut.

"Kepada Bareskrim kami memberikan keterangan dalam fungsi dan kewenangan organisasi kami. Dan kami akan meningkatkan pengawasan dan pengendaliannya terhadap olahraga profesional Indonesia, khususnya sepakbola Liga Indonesia, melalui rekomendasi, dalam rangka penataan kembali industri olahraga profesional yang lebih maju," ujar Richard.

BOPI dalam beberapa tahun terakhir terbilang semakin ketat . Mereka pernah beberapa kali mengancam tidak memberikan rekomendasi pada kompetisi liga selama semua persyaratan administrasi tidak dipenuhi, mulai dari dokumen kerja pemain asing sampai masalah finansial klub-klub peserta.

Pada September lalu mereka juga sempat mempertimbangkan untuk mencabut rekomendasi pada PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk melanjutkan kompetisi, menyusul kasus tewasnya seorang suporter Persija di Bandung.

"Intinya, BOPI mendukung dan akan membantu penuh Kepolisian RI dalam upaya perbaikan-perbaikan di olahraga profesional," tambah Richard.

BOPI juga berharap masyarakat memanfaatkan fasilitas hotline yang baru dibuka oleh Satgas Antimafia Bola bentukan polisi. Siapapun yang mempunyai informasi mengenai isu suap dalam sepakbola, dapat melapor ke nomor 081387003310 lewat telepon dan WhatsApp.

"Termasuk pemain, jangan takut untuk memberikan informasi yang mereka punya melalui fasilitas hotline ini," pungkas mantan perenang terbaik sepanjang masa Indonesia itu. (detikSport/l)
Editor
:
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru