Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 04 April 2026
DAO 2019 Jadi Awal Kebangkitan Bulutangkis Sumut

DAO 2019 Jadi Awal Kebangkitan Bulutangkis Sumut

- Rabu, 13 Maret 2019 14:13 WIB
246 view
DAO 2019 Jadi Awal Kebangkitan Bulutangkis Sumut
SIB/Christopel Naibaho
BERTANDING: Pebulutangkis muda saat bertanding pada Daihatsu Astec Open 2019 di GOR PBSI Sumut, Selasa (12/3).
Medan (SIB) -Kejuaraan Bulutangkis berlevel internasional di Medan diharapkan kembali menggelorakan olahraga tersebut di Sumatera. Hal tersebut diutarakan Ketua KONI Sumut, John Ismadi Lubis saat membuka Daihatsu Astec Open (DAO) 2019 di GOR PBSI Sumut, Selasa (12/3).

"Ini sebuah gebrakan karena beberapa hari setelah dilantik pengurus baru PBSI Sumut langsung menggelar kejuaraan. Jadi patut kita apresiasi karena event sempat vakum hampir empat tahun lamanya. Kami harap anak-anak kami yang bertanding ini diberi fasilitas dan tempat sekaligus mengikuti banyak event karena di tahun 2024 kita menjadi tuan rumah PON ke-XXI. Dan ditempat inilah cabor bulutangkis PON dilaksanakan," tambahnya.

Ketua PBSI Sumut, Suripno Ngadimin mengatakan, pihaknya akan berupaya menjadi tuan rumah yang baik untuk kejuaraan dengan level Badminton Asia Confederation (BAC) itu. Medan dipercaya menjadi kota pembuka untuk kejuaraan itu.

"Semua sarana sudah kita siapkan, makanya dapat BAC. Ini dasar pertama membangkitkan bulutangkis di Sumut. Setelah terakhir kali pada 2016, kami harapkan turnamen ini menjadi pintu awal dari upaya kita membenahi bulutangkis di Sumut," kata Suripno.

Suripno berharap, event DAO 2019 ini menjadi batu loncatan lahirnya event-event lainnya di provinsi ini. Sehingga sangat baik untuk kembali menggelorakan semangat perbulutangkisan di Sumut, terutama event untuk pembinaan usia muda.

Sementara Alan Budikusuma perwakilan dari Astec yakin even ini akan muncul bibit-bibit potensial dari Sumut. Dia berharap dari even tersebut Sumut bisa terus eksis menggelar even-even bulutangkis.

"Saya tahu Medan banyak pemain bagus. Ada Anthony Sinisuka Ginting yang lahir dari Sumut meski berlatih di Jawa. Ya semoga lahir Ginting yang baru. Dengan even berlevel internasional ini kita harap tidak berhenti di sini tapi Pengprov bisa terus aktif mengirimkan peserta ke kejuaraan-kejuaraan berikutnya," kata peraih emas Olimpiade 1992 Bercelona itu.

Alan juga mengatakan saat ini PBSI terus berupaya menjaring bibit-bibit dari usia dini yang akan dipersiapkan untuk kejuaraan Junior Asia maupun Olimpic Youth. Dia berharap semua daerah berbenah dan mengejar ketertinggalan dari pulau Jawa.

Ketua Panpel lokal kejuaraan, Kusprianto dalam laporannya mengatakan, event yang dihelat dari 12-16 Maret 2019 ini diikuti sebanyak 50 klub dari seluruh Indonesia dengan total 514 pebulutangkis muda, termasuk pebulutangkis dari Thailand dan India. Ada empat kategori kelompok umur yakni U-11, U-13, U-15, dan U-17 dengan total hadiah uang pembinaan Rp 81 juta. (R21/l)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru