Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 16 April 2026

Ronald Gomar Purba dan Sarmuliadin Sinaga Kembangkan Seni Berbasis Kearifan Lokal

Redaksi - Jumat, 28 Februari 2020 22:07 WIB
821 view
Ronald Gomar Purba dan Sarmuliadin Sinaga Kembangkan Seni Berbasis Kearifan Lokal
Foto: SIB/Dok
Ronald Gomar Purba dan Sarmuliadin Sinaga
Medan (SIB)
Ronald Gomar Purba dan Sarmuliadin Sinaga masuk dalam jajaran kepengurusan Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Sumut masa bakti 2019-2023 di bawah komando Ir H Amran Sinaga MSi. Dalam nakhoda pria yang lahir di Marihat, Pematangsiantar, Sumatera Utara pada 2 Oktober 1960 itu Ronald dan Sarmuliadin tertantang lebih kreatif. "Saat audiensi pada Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Percasi Sumut meminta seluruh pengurus meningkatkan sumber daya manusia (SDM) atlet dan mengembangkan potensi. Baik catur modern maupun yang berkembang di masyarakat," cerita Ronald yang bakal dikukuhkan sebagai Sekretaris Umum Percasi Sumut di Medan, Kamis (27/2).

Pria kreatif itu sudah menabulasi sejumlah kegiatan catur yang terkait seni. Menurutnya, di daerah seperti Karo, ada permainan catur yang terkait budaya. Permainan tersebut tak dapat dipisahkan dari kearifan lokal. "Pastinya hal terkait prestasi dikembangkan dengan parameter target yang ditetapkan. Hal etnik sebagai warisan leluhur, pun bakal dilestarikan," tegasnya.

Hal serupa diutarakan Sarmuliadin. Pekerja seni yang mantan pengurus Himapsi tersebut melestarikan sejumlah warisan leluhur terkait olahraga yang sudah langka, seperti Dihar Simalungun. "Dihar merupakan olahraga khas Simalungun tapi dalam perjalanannya dilakonkan di daerah yang berdekatan seperti warga Pematangsiantar, Serdang Bedagei hingga Tanah Karo. Dihar tidak sama seperti pencak silat tapi punya kearifan lokal yang menjadi kekayaan masing-masing adat," tambahnya.

Ia menyebut, sejumlah Padepokan Dihar yang makin 'menepi' dari perkembangan modernitas olahraga. Sarmuliadin Sinaga menunjuk Rajamansah Saragih yang menjadi Ketua Kelompok Belajar Dihar Oppung Obot. "Kiranya generasi muda mengenal warisan leluhur untuk dilestarikan. Khusus Dihar, mungkin, dikembangkan di intern generasi mujda bahkan milenial Simalungun," jelasnya sambil mengatakan sama dengan olahraga tradisi di tiap puak yang ada.

Pria yagn menjabat Ketua Umum Gerakan Harungguan Masyarakat Adat Simalungun Horisan itu mengatakan, pelestarian hal-hal terkait kearifan lokal menjadi kekuatan pengembangan industri kreatif di Tanah Air. "Kearifan lokal etnik pun mendukung pengembangan kepariwisataan. Industri pariwisata pun terkait dengan seni budaya," tambah fungsionaris DPP Partuha Maujana Simalungun yagn selama tiga tahun belakangan fokus mengembangkan seni tradisi Simalungun di tepi Danau Toba tersebut.

Khusus terkait catur, Ronald Purba menunjuk sejumlah cara yang sudah digariskan Ketua Amran Sinaga. Menurutnya, selain bakal diadakan sejumlah turnamen yang menyasar anak-anak muda pun ekshibisi. "Idealnya kan diperkenalkan sejak dini. Ketika generasi muda di kelas akhir SD dan SMP, dilibatkan dalam kompetisi. Catur itu melatih otak semakin bergerak hingga yang bersangkutan pintar memecahkan persoalan," ujar Ronald. (R10/f)

SHARE:
komentar
beritaTerbaru