Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 April 2026

Terancam Sanksi, Menteri Yunani Kritik FIFA

- Jumat, 24 April 2015 17:09 WIB
255 view
Terancam Sanksi, Menteri Yunani Kritik FIFA
Yunani (SIB)- Yunani kembali terancam sanksi FIFA karena rencana campur tangan pemerintah. Padahal pemerintahnya sedang berusaha keras meredam gejolak kekerasan dalam sepakbola mereka.

Tak hanya FIFA, UEFA pun mengancam akan menghukum Federasi Sepakbola Yunani (EPO) terkait adanya proposal regulasi baru dari pihak pemerintah Yunani, untuk menghentikan maraknya kerusuhan suporter.

Proposal aturan baru itu akan dibahas oleh komite kebudayaan Yunani dari 27 sampai 30 April, sebelum dibawa ke parlemen pada 4-5 Mei.

FIFA dan UEFA, yang secara kaku melindungi para anggotanya dari intervensi negara, telah mengirim surat bersama kepada presiden EPO, Giorgos Girtzikis. Mereka secara eksplisit mengingatkan adanya potensi penjatuhan sanksi termasuk skorsing keanggotaan kepada EPO.

Surat FIFA dan UEFA itu dikritik oleh deputi menteri pendidikan, kebudayaan, dan agama Yunani, Stavros Kontonis, di depan media. Ia menganggap kedua badan sepakbola itu tidak tertarik untuk membantu mencarikan jalan keluar buat kondisi sepakbola mereka, yang di musim ini sudah terjadi tiga kali penghentikan pertandingan karena kerusuhan suporter.

"Sepertinya mereka tidak tertarik untuk menghentikan wabah jahat di sepakbola Yunani. Mereka malah mencari cara untuk menyerang konstitusi Yunani dan rakyat Yunani, terutama para penggemar sepakbola, yang selama ini harus menghadapi situasi yang penuh dengan korupsi dan kebusukan -- sesuatu hal yang sedang coba diubah pemerintah," kata Kontonis.

Kontonis juga telah mengundang FIFA dan UEFA untuk datang ke Athena dan membahas masalah ini, sebelum proposal negara itu dibahas oleh otoritas internal.

"Kami harap mereka memahami keseriusan dan akumulasi masalah dalam sepakbola Yunani, serta mengajak secara konstruktif dan aktif dalam proses konsolidasi, demokratisasi dan transparansi," tambah sang deputi menteri.

Yunani pernah dihukum FIFA pada 3 Juli 2006, dan dilarang tampil di kompetisi internasional, karena dianggap melanggar statuta FIFA dan melakukan politisasi sepakbola. Namun hukuman itu dicabut empat hari kemudian, setelah EPO kembali menuruti statuta.

Terkait hal serupa yang sedang terjadi di Indonesia, hingga kini belum ada tanda-tanda FIFA akan menjatuhkan sanksi kepada PSSI, walaupun sudah dibekukan oleh pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Di situs resmi FIFA, hingga berita ini diturunkan, juga perlu ter-update pengurus baru PSSI. Djohar Arifin Husin dan Joko Driyono masih tercantum sebagai presiden dan sekjen. (detiksport/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru