Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 April 2026

Putra Tapanuli Sahala Lumbantoruan, Juara 2 Motocross dan Pebalap Terbaik

- Kamis, 30 April 2015 09:05 WIB
1.795 view
Putra Tapanuli Sahala Lumbantoruan, Juara 2 Motocross dan Pebalap Terbaik
SIB/Dok
FOTO BERSAMA: Tim racing motocross SL 2000 binaan Ir Tigor Lumbantoruan yang juga anggota DPRD-SU sekaligus orang tua Sahala Lumbantoruan bersama keluarga foto bersama sebelum bertanding di Sirkuit Alam Sibodiala, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir,
Tapanuli Utara (SIB)- Tim racing motocross SL 2000, binaan Ir Tigor Lumbantoruan yang juga anggota DPRD-SU akhirnya sukses tak terbendung jadi juara 2 atas nama Sahala Lumbantoruan dalam ajang seri kelas Super Enzim (SE) 250 CC  dan pebalap terbaik di kelas bergengsi (supporting class) dalam ajang Kejuaraan Daerah (Kejurda) grasstrack dan motocross seri III 2015 di Sirkuit Alam Sibodiala, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir, 26 April kemarin.

Meski baru berusia 15 tahun, namun kepiawaian dan ketrampilan Sahala, dalam mengendarai sepeda motor tidak diragukan lagi. Buktinya, pelajar kelas 3 SMP 40 Bandung ini, sering keluar sebagai juara pada lomba grastrack dan motocross di berbagai daerah.

Sahala Lumbantoruan yang ditemui di rumah kediamannya  di Siborongborong mengaku suksesnya Sahala tak lepas dari karunia Tuhan dan berkat dukungan orang tua. “Saya hanya berusaha semaksimal yang saya bisa, tapi Tuhan juga yang memberikan jalan untuk saya menjadi juara musim ini,” ucap Sahala.

Sukses itu juga, lanjut Sahala, memang tak lepas dari dukungan para mekanik dan tim recing SL 2000 dan juga kondisi sirkuit di Garut yang cukup berperan ikut mendukungnya.

Sementara orang tua, Ir Tigor Lumbantoruan didampingi isteri Delima Manalu serta 2 anak yakni, Saudara Andre Lumbantoruan dan Samuel Lumbantoruan mengaku sangat bangga karena cita-cita anaknya ingin menjadi pembalap atau crosser handal yang bisa membawa nama harum bangsa khususnya nama harum Tapanuli.

"Saya selaku orang tuanya hanya mengikuti kemauan anak aja. Maunya setiap ada lomba, ia selalu berusaha ikut. Namun, saya juga memikirkan sekolahnya juga, kalau tidak mengganggu jadwal sekolahnya pasti saya perbolehkan,”kata Tigor.

Di sisi lain, dari animo peserta yang tampil di event kemarin juga mengalami peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun. Hal ini, menurut Sahala, menandakan pembinaan olahraga motocross kian serius dilakukan. Ia berharap tahun depan event ini akan tetap bisa berjalan demi generasi muda yang ingin mengembangkan bakatnya.

Disamping wisata, Tigor juga berharap agar pemerintah serius memberikan perhatiannya sebagai wadah dan penggemar otomotif guna untuk menghindari penyimpangan moral. (Rel/E02/w)
 
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru