Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 01 April 2026

Dean Br Siringoringo Wakili Sumut ke Ajang Asian Paralimpic Games

- Jumat, 22 Mei 2015 17:55 WIB
215 view
Dean Br Siringoringo Wakili Sumut ke Ajang Asian Paralimpic Games
Medan (SIB)- Dean Pintauli br Siringoringo, 20  mahasiswa USU penyandang disabilitas mewakili Sumut di ajang Asian Paralimpic Games (APG ) 2015 di Bandung Agustus  2015. Ia akan mengikuti perlombaan cabang olahraga renang tunanetra. Hal itu terungkap  dari hasil wawancara  Tim Classy Publiser Francika Sinaga dan Januari Siregar,di Jalan Dr Sofyan Kampus USU Medan, Rabu (20/5).

Dean Pintauli Siringo-ringo akrab dipanggil Dean, saat ini mahasiswi semester  IV Jurusan Kesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ( FISIP ) Universitas Sumatera Utara (USU).

Gadis berambut panjang yang mengalami kebutaan akibat campak di usia 6 tahun dan mengalami kebutaan total  sejak duduk di bangku kelas X SMA Negeri 2 Lubuk Pakam. Ia terpilih  menjadi wakil Sumatera Utara pada Asian Paralimpic Games (APG) 2015.

Gadis periang itu memiliki tekad meraih prestasi dan jauh sebelumnya sudah mempersiapkan diri agar bisa bersaing dengan  sesama atlet renang dari seluruh Indonesia.

Untuk mewujudkan cita-cita itu wanita berbadan kecil ini semakin giat melakukan latihan. Selaku mahasiswa yang memiliki tugas kuliah segudang, dia tetap menyempatkan diri latihan setiap pekannya.

Dean menceritakan ketertarikan dengan olahraga air itu lantaran peluang menang dalam setiap perlombaan renang cukup tinggi karena persaingan tidak begitu ketat antarsesama tunanetra.

Sementara hadiah yang diperoleh dalam pertandingan renang dinilai cukup tinggi, mencapai Rp100 juta. Sebenarnya saya suka berbagai cabang olahraga seperti catur, bulutangkis, dan tenis meja. Semua cabang itu pernah saya ikuti pertandingannya. Renang sendiri sudah saya sukai sejak duduk di bangku SMA,” ungkap Dean”. Keseriusan menggeluti olahraga renang itu dibuktikannya dengan bergabung bersama Nation Paralimpic Committee (NPG) yang sebelumnya dia tidak pernah bergabung dengan sesama disabilitas.

Dengan waktu semakin dekat dan latihan yang aktif, Dean optimis bisa menjadi juara, “Saya sudah tidak sabar bertanding pada Asian Paralimpic Games (APG ) 2015 di Bandung, Agustus mendatang. Saya ingin menjadi juara  supaya dapat uang Rp.100 juta,” kata Dean sambil tertawa.

Dean menceritakan, selain memiliki bakat di bidang olahraga, juga bakat di bidang seni dan karya ilmiah. Dia pernah membawa nama Sumut dalam perlombaan baca puisi di tingkat nasional.

Dengan segudang prestasi dan integritas akademisnya, tahun 2013 Dean berhasil melanjutkan pendidikan di Jurusan Kesejahteraan Sosial FISIP USU melalui jalur SNMPTN Undangan.

Kehidupan kampus membuatnya jadi lebih mandiri. Ia tidak lagi tinggal bersama ibu dan tantenya, tapi menyewa kamar kos sendiri. Jika dulu di SMA dia memakai mesin tik untuk mencatat pelajaran, kini Dean sudah memiliki laptop yang disetting “audible” untuk membantunya belajar dan mengembangkan bakat menulisnya. Meskipun berada satu kelas dengan mahasiswa yang normal, Dean ternyata tidak kalah di bidang akademik, terbukti dengan IPK saat ini mencapai 3.4. Sejak SMA, dia masuk peringkat sepuluh besar.

Terakhir, dia mendapat tawaran beasiswa dari Andre, salah satu rekan Rektor Coil State University, Amerika Serikat untuk kuliah di sana. Tawaran ini langsung disambutnya gembira. Rencananya tahun ini ia akan pindah ke kampus tersebut.

Di awal masa kuliahnya, Dean sudah berhasil membuat sebuah novel berjudul “Terpilih Terpanggil” yang menceritakan tentang kekurangan bukan merupakan penghalang,

Novel tersebut dipublish secara mandiri bersama teman-temannya. Saat ditanya, apa yang menjadi cita-cita, Dean menjawab ingin menjadi anggota DPR, mendirikan sekolah dan menjadi pebisnis andal. Keinginannya menjadi anggota DPR dilatarbelakangi dengan minimnya perhatian kepada penyandang disabilitas.

Adapun yang menjadi motivasi terbesar dalam menjalani kehidupan, ialah “keluarga saya, kata Dean”. Keluarga sayalah yang telah mendukung dan memberi motivasi agar semangat dalam menjalani hidup. Sungguh Dean merasa hidupnya tidak berkekurangan suatu apapun.

Dean malah bersyukur Tuhan memberikan keadaan Dean yang sekarang. Ia tidak pernah menyesali yang sudah terjadi. Mungkin karena kebutaannya ini bisa mencapai apa  dicapai sekarang.

Menurutnya, dia berhasil menyiasati keterbatasannya dengan berbagai karya dan prestasi yang tidak semua orang bisa melakukannya.(A2/Rel/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru