Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 April 2026

Tim Transisi Berangkatkan Lima Perwakilan Jumpai FIFA

*Menpora Belum Tahu Ada Surat ke Setneg
- Sabtu, 23 Mei 2015 17:02 WIB
293 view
 Tim Transisi Berangkatkan Lima Perwakilan Jumpai FIFA
Jakarta (SIB)- Tim Transisi bentukan Kemenpora akan memberangkatkan lima perwakilannya ke markas FIFA di Swiss untuk menjelaskan duduk permasalahan dan road map persepakbolaan Indonesia.

"Dari Tim Transisi, kami mengusulkan lima orang tetapi nanti terserah Pak Menteri mau memberangkatkan berapa orang karena beliau yang punya program," kata Ketua Tim Transisi Bibit Samad Rianto di Kantor Kemenpora, Jakarta, Kamis malam.

Lima orang yang diusulkan Tim Transisi kepada Menpora antara lain Bibit Samad Rianto, Cheppy T Wartono, Zuhairi Misrawi, Ricky Yakobi, dan Francis Wanandi.

"Tanggal keberangkatannya belum ditentukan karena sekarang masih dalam proses menunggu visa dan paspor," kata mantan Wakil Ketua KPK tersebut.
Menurut Bibit, pihaknya selalu berusaha untuk berkoordinasi ke FIFA agar Indonesia terhindar dari sanksi.

"Saya optimis FIFA bersedia menerima dan mendengarkan paparan permasalahan yang terjadi saat ini dari Tim Transisi," tuturnya.

Sebelumnya, Tim Transisi bentukan Kemenpora yang salah satu tugasnya mengambil alih tugas dan kewenangan PSSI sesuai dengan Surat Keputusan Menpora Imam Nahrawi akan bekerja selama lima bulan.

"Kami bekerja selama lima bulan dengan catatan bisa diperpanjang. Mudah-mudahan masalah sepak bola nasional cepat selesai," kata Bibit Samad Rianto di Kantor Kemenpora, Jakarta, Selasa (19/5).

Saat ini, Tim Transisi juga sudah dibagi beberapa kelompok kerja yang mengurusi kompetisi hingga timnas Indonesia antara lain persiapan pelaksanaan Piala Kemerdekaan dan SEA Games 2015.

Tim Transisi, selain menangani masalah kompetisi dan timnas Indonesia juga mendapatkan tugas untuk membentuk kepengurusan PSSI yang baru.

MENPORA BELUM TAHU ADA SURAT KE SETNEG


Sementara Menpora Imam Nahrawi menyatakan belum mengetahui adanya surat dari Kemenpora kepada Menteri Sekretaris Negara Pratikno berisi permintaan agar Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) tidak diberikan fasilitas karena sudah dibekukan.

"Saya belum tahu, mungkin Tim Transisi atau Sesmenpora yang mengirimkan bisa saja tetapi sampai saat ini saya belum cek," kata Imam di kantor Kemenpora, Jakarta, Kamis malam.

Ia juga menyatakan belum menandatangani surat yang isinya juga menekankan agar Mensesneg tidak memberikan fasilitas apapun kepada PSSI termasuk fasilitas gedung yang bertempat di Pintu X-XI Stadion Gelora Bung Karno.      

"Semua pejabat di sini berhak tanda tangan mulai dari Semenpora, Deputi maupun Asisten Deputi, kan banyak hal masa saya semua, kalau surat keputusan baru saya yang tanda tangan," kata Menpora.

Menurut Menpora, kemungkinan adanya surat tersebut karena keputusan sanksi yang sudah diambil Kemenpora terhadap PSSI yang sudah dibekukan namun masih melakukan aktivitas sampai saat ini.

"Kemungkinan dengan situasi yang terjadi sekarang otomatis bisa saja surat itu bisa keluar," kata Menpora.

Menpora Imam Nahrawi melalui asistennya mengirimkan surat kepada Menteri Sekretaris Negara Pratikno untuk meminta agar Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia tidak diberikan fasilitas apapun mengingat pembekuan melalui surat keputusan Menpora nomor 01307.

Surat Menpora bernomor 01964/SET/V/2015 yang tersebar di kalangan wartawan di Jakarta, Kamis, tersebut ditandatangani oleh Sekretaris Menpora Alfitra Salamm dengan isi yang menegaskan bahwa seluruh kegiatan PSSI tidak diakui oleh pemerintah.

Selain itu, dalam surat tersebut juga menekankan agar Mensesneg tidak memberikan fasilitas apapun kepada PSSI termasuk fasilitas gedung yang bertempat di Stadion Gelora Bung Karno.

“Sebagai aplikasi hukum sebagai peringatan kepada sanksi administratif kepada PSSI, mohon kiranya saudara tidak memberikan fasilitas apapun pada organisasi dimaksud,di dalam lingkungan kompleks badan layanan umum Gelora Bung Karno, Senayan," demikian salah satu isi surat tersebut.

Sebelumnya, kantor PSSI sempat disegel oleh Kemenpora dengan menancapkan kertas bertuliskan penyegelan pada Sabtu (18/4). Namun pada hari Senin (20/4) dibuka kembali dan PSSI beraktivitas seperti biasa. (Ant/y)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru