Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 April 2026

Kompetisi Antarklub Dapat Terus Bergulir

*Indonesia Masih Bisa Ikut SEA Games
- Senin, 01 Juni 2015 10:59 WIB
279 view
Kompetisi Antarklub Dapat Terus Bergulir
Jakarta (SIB)- Kompetisi antarklub sepak bola di Tanah Air masih dapat terus bergulir meski Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia telah diberi sanksi oleh Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA).

"PSSI masih dapat menjalankan tugas mereka berupa tanggung jawab terhadap Kompetisi Nasional diserahkan kepada PSSI dan Operator Liga yang ditunjuk," demikian seperti ditulis dalam surat FIFA kepada PSSI yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Dalam surat tersebut FIFA juga meminta agar Komite Eksekutif PSS terpilih menjalankan kepengurusannya secara independen tanpa intervensi dari Pihak ketiga manapun, termasuk Kementerian Pemuda dan Olahraga dan Badan Olahraga Profesional Indonesia.

Selain itu, FIFA juga menyatakan klub yang sudah diverifikasi PSSI dapat mengikuti kompetisi nasional.

"Klub yang sudah lolos verifikasi PSSI dan sesuai dengan regulasi PSSI Club Licensing dapat mengikuti Kompetisi yang diadakan PSSI," jelas surat FIFA.

Sementara FIFA juga meminta penanganan Tim Nasional Indonesia berada pada tanggung jawab PSSI, seperti yang sudah dilaksanakan saat ini.

Penjatuhan sanksi FIFA terhadap PSSI juga tidak menggugurkan keikutsertaan Timnas U-23 dalam ajang SEA Games 2015 di Singapura.

Penjatuhan sanksi FIFA hanya berdampak pada pelarangan timnas dan klub Indonesia untuk bermain di kancah internasional yang diselenggarakan oleh FIFA dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).

INDONESIA MASIH BISA IKUT SEA GAMES

Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) menyatakan Indonesia masih bisa mengikuti kompetisi cabang olahraga sepak bola dalam SEA Games 2015 di Singapura kendati sedang mendapatkan sanksi.

"Tim Nasional Sepakbola Indonesia sedang mengikuti SEA Games 2015 di Singapura. Dengan ini juga kami putuskan bahwa Timnas Indonesia dapat melanjutkan partisipasi mereka di SEA Games 2015 di Singapura sampai event tersebut selesai," demikian seperti ditulis dalam surat FIFA kepada PSSI yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Melalui surat yang ditandatangani Sekretaris Jenderal FIFA Jerome Valcke mengatakan bahwa penjatuhan sanksi terhadap PSSI hanya membuat Tim Nasional Indonesia tidak bisa berlaga di kancah internasional dalam kompetisi yang diselenggarakan oleh FIFA dan Konfederasi Sepak Bola Asia.

"Pada saat sanksi berlangsung, PSSI kehilangan hak keanggotaan mereka (Statuta FIFA pasal 12 ayat 1) dan seluruh tim di Indonesia (Klub dan Tim Nasional) dilarang mengikuti Kompetisi Internasional yang diadakan FIFA dan AFC (Statuta FIFA pasal 14 ayat 3)," jelas surat tersebut.

Kendati demikian, Timnas U-23 yang disiapkan untuk berlaga di SEA Games tetap bisa berlangsung.

Akan tetapi sanksi pelarangan bermain tersebut bisa merujuk pada laga Kualifikasi Piala Dunia Rusia 2018 antara Indonesia melawan Tiongkok Taipe, serta rencana penjadwalan ulang laga babak 16 besar AFC Cup Persipura Jayapura melawan tim Malaysia Pahang FA yang sempat batal pada Selasa (26/5) lalu.

Komite Eksekutif FIFA mengadakan rapat dan mengeluarkan keputusan untuk memberi sanksi kepada PSSI karena telah melanggar statuta FIFA pasal 13 dan 17.

PSSI dianggap telah diintervensi oleh Kemenpora dan Badan Olahraga Profesional Indonesia dalam menangani sepak bola di Indonesia.

"Dengan segala hormat, kami menyampaikan bahwa Komite Eksekutif FIFA telah memutuskan, sesuai dengan Statuta FIFA pasal 14 ayat 1 bahwa PSSI telah disanksi dengan efek yang sesegera mungkin dan berlaku sampai PSSI dapat memenuhi Statuta FIFA pasal 13 dan 17," jelas surat tersebut.

"Komite Eksekutif FIFA memutuskan Kemenpora RI dan BOPI telah mengintervensi Kepengurusan PSSI dan membawa PSSI melanggar Statuta FIFA pasal 13 dan 17," jelas surat yang ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal Jerome Valcke itu.

PSSI juga tidak lagi berhak menerima keuntungan dari FIFA maupun AFC.

"Sanksi FIFA juga melarang anggota dan ofisial menerima keuntungan dari FIFA dan AFC seperti Program Pengembangan, Kursus, atau Pelatihan saat Sanksi berlangsung," demikian surat FIFA. (Ant/d)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru