Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 29 Juli 2026

Elza Syarief Perkuat Tim Hukum Kemenpora

- Rabu, 29 Juli 2015 12:55 WIB
327 view
Elza Syarief Perkuat Tim Hukum Kemenpora
Jakarta (SIB)- Pengacara senior Elza Syarief akan memperkuat tim hukum Kementerian Pemuda dan Olahraga dalam menghadapi masalah hukum termasuk olahraga yang menjerat institusi pemerintah tersebut.

"Sudah resmi (saat ditanya statusnya)," kata Elza Syarief di Kantor Kemenpora, Jakarta, Senin.

Menurut dia, pada pertemuan yang dilakukan di Kantor Kemenpora itu menyangkut banyak hal. Hanya saja pengacara kelahiran Jakarta 57 tahun  lalu itu tidak mau menjelaskan dengan detail apa saja yang dibahas pada pertemuan yang juga diikuti pihak Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) itu.

"Belum bisa kami jelaskan apa saja yang dibahas. Saat ini kami masih mengumpulkan data-data yang kami butuhkan. Tunggu saja. Jika sudah lengkap kami akan publikasikan," kata Elza Syarief.

Kemenpora menghadapi banyak kasus terutama di bidang olahraga yang salah satunya gugatan PSSI terkait surat pembekuan induk organisasi tersebut ke PTUN. Bahkan, PSSI sudah dinyatakan menang pada sidang putusan 14 Juli itu.

Atas keputusan tersebut, Kemenpora langsung menyatakan banding. Bahkan Menpora Imam Nahrawi sendiri yang meminta tim hukum Kemepora untuk segera menyiapkan berkas-berkas yang dibutuhkan.

Tidak hanya itu. BOPI yang merupakan lembaga bentukan Kemenpora juga tidak luput dengan permasalahan hukum. Lembaga yang diketuai oleh Noor Aman itu digugat ke PTUN oleh klub Persebaya Surabaya yang dinyatakan tidak lolos verifikasi klub profesional.

"Sejak dulu saya senang dengan sepak bola. Kami ingin semuanya berjalan sesuai dengan aturan yang ada," kata wanita yang pernah menjadi kuasa hukum mantan pelatih Timnas Indonesia Luis Manuel Blanco itu.

Terkait dengan beberapa elemen pesepakbolaan nasional yang mengadu ke Komnas HAM, Elza Syarief mengaku pihaknya juga bisa melakukan hal yang sama.

Sebelumnya sejumlah pelaku sepak bola Indonesia mulai perwakilan pelatih, perangkat pertandingan dan suporter melaporkan pembekuan PSSI kepada Komnas HAM. Adapun salah satu tuntutannya adalah meminta pembekuan itu dicabut.

"Saya selaku pelaku datang ke Komnas HAM tentu untuk mengadukan apa yang terjadi. Kami ingin menyelamatkan sepak bola Indonesia. Kami ingin permasalahan segera disudahi karena berdampak luar bisa. Maka saya memberanikan diri untuk memulihkan kondisi saat ini," kata pelatih Persija Rahmad Darmawan.

Pengaduan yang dilakukan oleh perwakilan pelaku sepak bola Indonesia itu diterima langsung oleh Komisioner Komnas HAM, Siane Indriyani di Kantor Komnas HAM Jalan Latuharhari No 4 B Menteng, Jakarta Pusat.(Ant/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru