Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 29 April 2026

Kongres GMKI dan Tantangan Lembaga Kristen

* Oleh: Gurgur Manurung
- Jumat, 26 Agustus 2016 16:18 WIB
1.453 view
Kongres GMKI dan Tantangan Lembaga Kristen
Kongres Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) ke-35 yang berjalan mulus  tanpa ada rintangan apapun  berlangsung 23-30 Agustus 2016 di Auditorium Seminarium Sipoholon Tapanuli Utara dihadiri 89 cabang GMKI se-nusantara. Tidak seperti Kongres tahun 1994 di Pekanbaru dimana ketika itu  Kaditsospol Paris Ginting tidak memberikan izin Kongres.

Di masa Orde Baru, kongres  GMKI acap mendapat tantangan eksternal. Namun apapun tantangannya, biasanya GMKI mampu menyelesaikan dengan baik. Positifnya adalah kebersamaan akan kuat, bergantung kepada Tuhan atau mengandalkan Tuhan untuk ikut campur dalam kongres.

Dalam konteks kekinian, dua kader GMKI menjadi pembantu Presiden Jokowi seperti Yasonna Hamonangan Laoly  dari GMKI Cabang Medan dan Enggartiasto Lukita dari Cabang Bandung  tidak pernah menjadi Ketum PP dan Sekum PP  GMKI. Faktanya dua kader GMKI itu  menjadi  kebanggaan kita bersama. Mereka menjadi teladan bagi kita karena kapasitas, integritas, keuletan, kesetiaan dan memegang teguh kebanggaan kita, Tri Panji GMKI yaitu Tinggi Iman, Tinggi Ilmu dan Tinggi Pengabdian.

Dalam AD/ART GMKI disebutkan bahwa program pokok GMKI adalah Penelahan Alkitab (PA). Jika PA ditinggalkan maka akan terjadi erosi dalam organisasi.  Erosi inilah yang terjadi di GMKI.  Kader-kader GMKI jarang yang mampu menerjemahkan ilmu-ilmu mutakhir dengan nilai-nilai Alkitab.  Kader-kader GMKI yang belajar berdasarkan latar belakang ilmu yang berbeda sejatinya mampu menilai apakah ilmu yang mutakhir bertentangan dengan nilai-nilai Alkitab.  Alkitab dan ilmu (sains) sejatinya kehidupan yang akrab setiap hari. Dan menjadi perbincangan kelompok di GMKI.  Dalam kelompok sel itulah terjadi kaderisasi yang berkesinambungan. Dengan demikian para kader cakap menggarami ilmu masing-masing dengan nilai-nilai Alkitab.

Tidak hanya itu, GMKI selama ini terkesan di wacana. Tetapi minim di implementasi.  Konsep-konsep begitu penting, tetapi kader GMKI juga harus belajar dalam hal implementasi. Itulah harapan di tiga medan pelayanan GMKI. GMKI untuk menyelesaikan kuliah  dan minimnya dukungan gereja di berbagai tempat. Tetapi itulah tantangan. Tantangan yang berat itu menghasilkan kader yang mumpuni. Ibarat warga gereja yang tinggal di Tarutung dan sekitarnya yang tidak ada tantangan dalam mendirikan rumah ibadah.

MENGISI KEBANGKRUTAN LEMBAGA KRISTEN
Sadar atau tidak, kualitas pelayanan gereja kita kini menurun. Lembaga-lembaga kristen seperti pendidikan, rumah sakit, penerbit,  dan berbagai macam  Lembaga kini terancam bubar.     Kita tidak menemukan Perguruan Tinggi (PT) yang bermutu di setiap daerah.  Demikian juga rumah sakit, penerbit buku-buku kristen tidak ada lagi yang membanggakan. Bukankah selama ini sudah banyak kader GMKI yang mengisi Lembaga-lembaga itu?.  Banyak lembaga-lembaga berlabel kristen kini sangat pragmatis. Termasuk gereja. Ini sangat memprihatinkan.

Kebangkrutan kembaga ini sejatinya di isi kader-kader GMKI. Mengapa?. Sebab, anak-anak GMKI sejak mahasiswa sudah terlatih mengelola organisasi. Dan, anak-anak GMKI telah terlatih memahami nilai-nilai Alkitabiah.  Dengan demikian, kelak ketika membangkitkan Lembaga kristen tidak berdasarkan pikiran masing-masing secara pragmatis, teapi bekerja berdasarkan nilai-nilai Alkitabiah. Kader-kader GMKI bisa menyelamatkan dan membangun Lembaga Kristen untuk masa depan bangsa dan gereja jika PA sebagai program utama berjalan dengan baik.  Tri Panji GMKI yang mengandalkan iman, keilmuan, pengabdian harus mampu menjawab persoalan gereja yang amat rumit. 

Kader-kader GMKI muda harus membahas kebangkrutan Lembaga Kristen di Kongres ke-35 ini dan bagaimana cara mengantisipasinya.  Minimal, ini menjadi pergumulan bersama anak-anak Tuhan.  Horas. Tinggi Imanmu, Tinggi Ilmumu, Tinggi Pengabdianmu, kawanku.  Ut Omnes Unum Sint. (Penulis lahir di  Desa Nalela, Kec Porsea, Tobasa, Sumut. Kader GMKI Cabang Pekanbaru, Riau. Pengurus Yayasan Bina Kasih Jakarta/ r)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru