Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 03 Februari 2026

Bank Sumut dan PSMS dalam Ekosistem Ekonomi Digital Daerah

Christopel H Naibaho - Selasa, 03 Februari 2026 14:26 WIB
388 view
Bank Sumut dan PSMS dalam Ekosistem Ekonomi Digital Daerah
Foto: SIB/Christopel Naibaho
Suporter melakukan transaksi digital usai membeli merchandise resmi di PSMS Store, tepatnya di depan Stadion Utama Sumatera Utara, saat laga PSMS Medan menjamu FC Bekasi City, Jumat (30/1/2026).

Medan (harianSIB.com)

Digitalisasi merangkul semua sektor. Tanpa terkecuali. Kehadirannya kerap dibicarakan dalam bingkai besar, layaknya start up maupun teknologi berbasis aplikasi dari segi ekonomi digital.

Padahal jauh dari itu, ada banyak contoh yang begitu nyata. Di setiap daerah, termasuk di Sumatera Utara, pilihan terdekatnya terletak pada akar rumput. Salah satunya sepak bola.

Bicara sepak bola, tentu bicara sport industry. Di Sumut, klub PSMS Medan sebagai daya tarik. Bukan lagi sekedar klub olahraga, tapi sudah jadi penggerak ekonomi. Ekosistem olahraga terbangun di sana. PSMS sebagai ikon daerah, menjelma sebagai medium efektif dalam membangun digitalisasi UMKM.

PSMS punya sejarah panjang di kancah sepak bola nasional. Klub ini begitu dicintai. Bukan hanya di Medan, sampai Sumut. Penggilanya juga hadir di segala penjuru negeri. Sebab, perantau ada di mana-mana.

Baca Juga:

Di sini letak strategisnya. PSMS sebagai simbol kebanggaan daerah, barang tentu punya potensi ekonomi yang nyata. Kehadiran store resmi PSMS mampu menciptakan ekosistem olahraga yang sehat, bila dikelola dengan baik.

Sepak bola bukan lagi sekedar bermain di lapangan, dan menang kalah, tapi menjelma jadi ruang ekonomi kreatif. UMKM lokal juga hidup.

Potensi inilah yang patut dikembangkan dengan baik dan penuh sistematis. Terutama di era digitalisasi UMKM seperti ini. Persoalannya tentu tidak sedikit. Di samping butuh biaya yang tidak sedikit, juga menentukan pasar dan cara memasarkan serta adaptasi teknologi digital, termasuk untuk pembayaran. Ini jadi tantangannya. Dan bicara hal tersebut di Sumut, tentu Bank Sumut jawabannya.

Dukungan Bank Sumut terhadap olahraga, terutama PSMS sudah berjalan lama. Di klub kebanggaan Sumut itu, Bank Sumut hadir sebagai sponshorship resmi. Sejak 2020 hingga saat ini, nama: Bank Sumut muncul di jersey tim. Bahkan di dua musim terakhir, tulisannya berubah menjadi "Sumut Mobile".

Sinergi yang terus dibangun ini menciptakan ruang positif untuk banyak hal. Posisi Bank Sumut sebagai bank daerah menguatkan potensi ekonomi lokal. Hubungannya bukan lagi sponshorship, justru kolaborasi yang lebih dalam lewat UMKM yang dibangun, PSMS store.

Baca Juga:

Bank Sumut dapat berperan dalam mempercepat digitalisasi UMKM, khususnya dalam aspek transaksi, pembiayaan, dan inklusi keuangan.

Semuanya jadi lebih sistematis dan transparan berkat Bank Sumut. Lewat aplikasi Sumut Mobile dari Bank Sumut, memudahkan nasabah melakukan berbagai transaksi perbankan secara aman dan praktis melalui smartphone. Teknologi ini hadir mempercepat gerak ekonomi dan transparansi keuangan.

Ketika UMKM mitra PSMS mulai menggunakan sistem pembayaran non-tunai, termasuk QRIS dan layanan perbankan digital, mereka sesungguhnya sedang naik level dalam pengelolaan usaha. Transaksi tertib, transparan, dan akses ke layanan perbankan semakin terbuka. Bank Sumut, hadir untuk itu. Menjawab kebutuhan UMKM dan konsumen, dengan sistem keuangan modern.

Ini jadi bukti digitalisasi bisa beroperasi di sektor akar rumput, terutama sepak bola. Di mana hampir seluruh rakyat indonesia menonton sepak bola. Sumut adalah gudangnya atlet, gudangnya suporter, mereka sangat maniak akan sepak bola. Basis suporter ada di mana-mana. Ini modal positif untuk membangun ekosistem sepak bola lewat merchandise.

Setiap kali PSMS bermain. Stadion Utama Sumut selalu disesaki penonton dari segala penjuru. Banyak dari luar Medan. Store PSMS yang berdiri di luar stadion setiap kali ada laga kandang, menjadi spot favorit bagi siapa saja yang datang. Mulai dari membeli jersey, kaos, syal, topi dan merchandise lainnya.

Tentunya kegiatan ekonomi mulai dari produksi hingga distribusi berjalan sesuai trek. Digitalisasi dari Bank Sumut juga memudahkan semuanya menjadi lebih efektif. Dengan dukungan sistem pembayaran digital dan akses permodalan, UMKM pun berpeluang naik kelas. Identitas lokal pun semakin dikenal.

Baca Juga:

Kontribusi Bank Sumut terbukti, bisa membangun kolaborasi dan sinergi dengan ikon Sumut, seperti klub sepak bola PSMS.

Sepak bola sebagai sport industry, bisa dikelola dengan baik, akan berdampak pada ekonomi daerah itu sendiri.

UMKM jelas hidup, lapangan kerja terbuka. Sektor pariwisata juga terimbas positif. Mengingat PSMS ini ikon sumut di kancah nasional

Peran Bank Sumut cukup vital. Bank Sumut bukan hanya sebagai layanan digitalisasi keuangan, tapi ikut membantu membangun perekonomian daerah. Dukungan yang diberikan jadi bukti, perannya sangat kuat. Bagaimana PSMS bukan hanya kuat di lapangan, tapi juga bisa menjadi kekuatan sektor ekonomi daerah.

Ketika klub olahraga, UMKM, dan bank daerah berada dalam satu ekosistem, tercipta hubungan saling menguatkan. Sepak bola menyediakan daya tarik dan pasar, UMKM menghadirkan produk dan kreativitas, sementara bank daerah memastikan keberlanjutan melalui dukungan finansial dan sistem digital.

Ini jadi contoh yang baik. Bagaimana sport industry bisa menjadi tempat yang pas untuk membangun ekonomi digital di Sumut. Sinergitas dari bank daerah memudahkan. Objeknya ada.

Dan Stadion, official store dan UMKM lokal jadi fondasi yang kokoh. Kolaborasinya begitu kuat. Identitas lokal yang dibangun oleh Bank Sumut dan PSMS juga begitu modern. Digitalisasi UMKM pun naik level meski hanya lewat sepak bola. Ekonomi berkelanjutan pun terlahir.

Baca Juga:

Dengan demikian, transformasi digital sebenarnya bukan hal yang susah diterapkan. Bukan juga soal teknologi terbarukan. Digitalisasi bisa berjalan lewat kekuatan dan UMKM lokal yang ada. Pasarnya juga banyak. Sinergi dan kolaborasi jadi yang utama. Dan di Sumut, masa depan ekonomi digital juga bisa dimulai dari sepak bola. (**)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
PSDS Deliserdang Degradasi ke Liga 4 usai Kalah dari Persitara
Dua Gol Felipe Antar PSMS Kalahkan FC Bekasi
Dua Gol Felipe Antar PSMS Kalahkan FC Bekasi
Peluang Terakhir Tembus 5 Besar, PSMS Wajib Tumbangkan FC Bekasi
Gagal Fokus di Menit Akhir, PSMS Kalah Dramatis Lawan Garudayaksa
PSMS Datang dengan Modal Dua Kemenangan di Markas Garudayaksa
komentar
beritaTerbaru