Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 31 Maret 2026

Reaktualisasi Madilog Tan Malaka Sebagai Paradigma Kritis di Era Disrupsi Digital

Oleh: Benyamin Nababan SH SPd MM
Redaksi - Selasa, 31 Maret 2026 12:24 WIB
163 view
Reaktualisasi Madilog Tan Malaka Sebagai Paradigma Kritis di Era Disrupsi Digital
harianSIB.com/Dok
Benyamin Nababan SH SPd MM.

Ahli hukum Asshiddiqie (2008) menyatakan bahwa logika dan bukti Tan Malaka menjadi dasar untuk menyusun hukum dan kebijakan publik yang adil. Di era digital dan AI, kemampuan ini penting untuk menetapkan aturan terkait privasi data, keamanan siber, dan etika AI.

Dalam pendidikan digital, Madilog menjadi landasan literasi. Literasi ini bukan sekadar penggunaan teknologi, tetapi pemahaman cara kerja sistem digital, termasuk algoritma media sosial, AI, dan penyebaran informasi. Pemahaman logis dan material dari Madilog membantu masyarakat memahami batasan teknologi, menilai klaim berbasis data, dan menghindari manipulasi informasi (Budiman, 2025).

Era AI menuntut kemampuan berpikir kritis karena sistem cerdas mengambil keputusan berdasarkan data. Madilog menekankan evaluasi obyektif, memeriksa sumber informasi, dan memahami keterbatasan data. Individu yang memahami prinsip ini mampu menilai hasil prediksi AI, mengenali bias algoritma, dan membuat keputusan yang bertanggung jawab (Turnip et al., 2026).

Dalam ekonomi, Madilog membantu memahami ketimpangan akibat teknologi digital. Akses internet yang tidak merata menciptakan kesenjangan pendidikan dan peluang ekonomi. Materialisme Tan Malaka menuntut melihat data nyata sehingga intervensi kebijakan dapat menargetkan masalah, misalnya pembangunan infrastruktur digital merata dan program literasi digital.

Budiman (2025) menekankan bahwa literasi media berbasis Madilog memungkinkan masyarakat menilai informasi secara kritis. Individu dapat memisahkan fakta dan opini, menilai relevansi informasi, dan membuat keputusan sosial yang tepat, terutama di media digital.

Di pendidikan tinggi dan organisasi, prinsip Madilog membentuk lulusan yang cakap teknis sekaligus berpikir independen. Mereka dapat menghubungkan data empiris dengan logika, membuat keputusan rasional, dan menghadapi tantangan global dan teknologi tinggi. Ini membuat Madilog relevan untuk pengembangan kapasitas manusia Indonesia yang adaptif, produktif, dan kreatif.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
DAP Aksi Sosial Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis
Marak Politik Uang, Wakil Ketua MPR: Lapangan Demokrasi Kita ˋBecekˊ
Panwascam Bandar Sosialisasi Pengawasan Pemilu
Mantan Anggota DPR Fayakhun Divonis 8 Tahun, Hak Politik Dicabut
Jelang Pemilu 2019, Banyak Elite Terjebak Politik Olok-olok
Ini Penyebab RI Kurang Modal Buat Genjot Pertumbuhan Ekonomi
komentar
beritaTerbaru