Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 23 Februari 2026

Warga Sumut Penuhi Malaysia Pasca Tahun Baru 2026, Hiasan Natal dan Imlek di Mana-mana

Oki Lenore - Rabu, 07 Januari 2026 16:03 WIB
3.184 view
Warga Sumut Penuhi Malaysia Pasca Tahun Baru 2026, Hiasan Natal dan Imlek di Mana-mana
Foto IG Boy de Fretes
Dekor Natal - Tahun Baru: WNI yang bermukim di Breda - Holland, Theresia Lewaherilla menghabiskan liburan awal tahun 2026 di Sleeping Lion Suites - Kuala Lumpur Malaysia dengna dekor Natal - Tahun Baru meriah.

Deliserdang(harianSIB.com)

Konsul Pelancongan Tourism Malaysia (TM) Medan, Rosalina Abdul Rahim, membenarkan warga Sumatera khususnya dari Sumatera Utara teristimewa dari Medan, ramai menghabiskan liburan akhir tahun hingga masuk 2026. Bahkan pasca pergantian tahun.

"Hari ini (maksudnya Kamis, 1 Januari 2026) semua flight dari sini (Kuala Namu International Airport - KNIA) full," ujarnya didampingi Sales Executive Malaysia Airlines Medan, Kiki Zubaidi, bersama seluruh jajaran staf Tourism Malaysia Medan untuk market Sumatera.

Rosalina Abdul Rahim sejak tutup 2025, berada di KNIA untuk menyambut tetamu terakhir yang pulang dari negaranya dan mengantar tamu pertama yang berangkat ke Malaysia sebagai bagian dimulainya Visit Malaysia 2026 (VM2026) yang sudah setahun ini dikampanyekan di seluruh penjuru negeri.

Ada 160 penumpang Malaysia Airlines MH861 di KNIA yag berangkat. Semuanya beroleh bingkisan dan berharap para pelancong akan mempunyai pengalaman nyata yang tak terlupakan selama berlibur di Malaysia.

Baca Juga:
"Kita telah memasuki tahun 2026, dan tahun baharu ini mempunyai tempat yang istimewa di hati kita kerana kita menyambut Visit Malaysia 2026, dan di tahun ini kami ingin menunjukkan yang terbaik dari Malaysia kepada dunia. Hari ini, kita mengalu-alukan pelancong pertama ke Malaysia, berharap mereka semua akan mendapat pengalaman yang menyenangkan dan tidak dapat dilupakan," ujarnya sambil mengatakan ketibaan turis dari KNIA juga akan disambut di pintu kedatangan internasional KLIA1 dan KLIA 2 oleh Tourism Malaysia.

Pusat-pusat keramaian di Malaysia memang dipenuhi warga negara Indonesia. Lokasi ikonik di Kuala Lumpur mulai Menara Kembar Petronas (terutama di area taman dan jembatan langit), pusat hiburan dan belanja Bukit Bintang, Dataran Merdeka, Batu Caves dengan Tangga Pelangi hingga pusat jajanan malam Jalan Alor disesaki.

Yang menarik adalah kulineran durian seperti di Chow Kit, My Boleh Boleh, Chinatown dan Durian Bros, Bukit Bintang. "Ikon baru di Kuala Lumpur adalah kulineran durian. Mereka pandai mengemas. Soal cita rasa, durian dari Sumut tidak kalah," cerita news anchor Ernst de Fretes, Rabu (7/1/2026)

Pria yang disapa Boy de Fretes itu menghabiskan Tahun Baru di Kuala Lumpur. "Dekor Christmas luar biasa meriah. Di mana-mana ada. Berukuran jumbo. Di seluruh lokasi pusat konsentrasi massa. Padahal Malaysia bukan negara yang mayoritas warganya merayakan Natal, ya," sebutnya. "Saat ini hiasan menyambut Imlek. Di sono jadi tempat pertemuan WNI. Setiap melangkah ketemu orang dari Indonesia," tambahnya.

Hal serupa diutarakan WNI yang bermukim di Breda - Holland, Theresia Lewaherilla. Setelah menghabiskan Natal di Indonesia dan ibadah di Medan, perempuan kelahiran Medan itu terbang ke Kuala Lumpur. "Di mana-mana ada Xmast Tree. Luar biasa," ujarnya.

Meski puncak keriangan pada pergantian tahun dengan ramai kembang api tapi ia menyaksikan kemeriahan lebih dari biasanya pada Sabtu (3/1) di Central Court, Pavilion Kuala Lumpur. "Ada seremoni dihadiri Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim. Pariwisata Malaysia dikemas dengna baik," tambah perempuan yang disapa dekat Poppy itu.

Sebagaimana diketahui, VM2026) secara resmi diluncurkan untuk meningkatkan pariwisata international dengan target 47 juta wisatawan mancanegara. Mengusung tema kebudayaan dan keberlanjutan, kampanye ini menampilkan maskot beruang matahari, logo VM2026, serta menyasar Indonesia sebagai salah satu pasar utama.

Tourism Malaysia Medan optimis bahawa jumlah kunjungan wisatawan Indonesia ke Malaysia akan terus meningkat, memandangkan pasaran Sumatera menawarkan lebih daripada 200 penerbangan langsung setiap minggu ke Malaysia dari bandar-bandar seperti Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Padang, Palembang dan Batam, serta kemudahan feri dari Asahan, Dumai dan Batam yang beroperasi hampir 300 kali seminggu.

TM Medan yakin sasaran tersebut tercapai dengan adanya kerja sama semua pihak termasuk para pelaku industri pariwisata Indonesia khususnya pulau Sumatera.

Rosalina Abdul Rahim mengatakan, strategi pariwisata Malaysia juga turut diperkuat dengan peluncuran I LITE U, menandakan dimulainya secara resmi Tahun Kunjungan ke Malaysia 2026. I LITE U merupakan singkatan bagi projek kerajaan yang dikenali sebagai "Innovative Lighting Infrastructure Towards Eco-Elegance & Urbanization" yakni (Inovasi Pencahayaan Bandar ke Arah Bandar Lestari).

Menurutnya, selain hal itu, keragaman budaya Malaysia akan menjadi pusat perhatian tahun pariwisata mendatang, program-program sedang dikembangkan untuk menampilkan tradisi, festival, dan kelezatan kuliner unik yang mendefinisikan berbagai kelompok etnis di negara ini. Keindahan alam, mulai dari hutan hujan purba hingga pantai-pantai yang masih alami, akan ditampilkan secara menonjol dalam semua materi promosi. (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Sepeda Motor Tamu Penginapan Dicuri, Dua Pelaku Ditangkap, Satu Ditembak
Dr Sutarto MSi : Segera Bangun Tol Medan–Berastagi
Kunjungi SMP Negeri 021 Sigalogo, Bupati Humbahas Motivasi Para Siswa
Lokasi Judi dan Peredaran Narkoba di Desa Percut Bebas Beroperasi
Banjir di Sampali dan Bandar Khalifah, Bupati Deliserdang Ancam Pengembang
Korsleting Sepeda Motor Picu Kebakaran Rumah Warga di Seirampah
komentar
beritaTerbaru