Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 25 April 2026

Pemerintah Laksanakan Sistem Pembelajaran Abad 21

- Senin, 06 Juni 2016 20:08 WIB
272 view
Pemerintah Laksanakan Sistem Pembelajaran Abad 21
Medan (SIB)- Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mulai melaksanakan sistem pembelajaran abad ke-21 dengan metode pembelajaran yang melatih murid bersifat mandiri, berpikir kritis, meningkatkan komunikasi, dan menggunakan teknologi yang canggih.

"Sebab, pola pendidikan yang diterapkan abad tersebut tidak lagi menggunakan pola lama, tapi menerapkan era baru yang cukup canggih dan sesuai dengan perkembangan zaman," ujar Pengamat Pendidikan Universitas Negeri Medan (Unimed) Dr Mutsyuhito Solin, MPd di Medan, Kamis.

Metode pendidikan abad 21 itu, menurut dia, sudah mulai dilaksanakan secara pelan-pelan yang terlihat pada pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun 2016 untuk SMA sederajat yang menggunakan Computer Based Testing (CBT) atau secara online.

"Para siswa SLTA itu, telah berpikir maju dengan menggunakan peralatan digital laptop untuk menjawab soal UN, dan tidak lagi menggunakan lembaran kertas," ujar Solin.

Ia menjelaskan, UN menggunakan CBT tersebut dianggap lebih praktis, efisien, dan tidak merepotkan peserta dalam menjawab pertanyaan, aman, serta sulit melakukan kecurangan.

Pelaksanaan UN seperti itu dianggap sangat canggih dan modern dan juga bisa nantinya diterapkan pada pelajar SD mau pun SMP di Tanah Air.

Perkembangan dan kemajuan zaman yang terjadi saat ini harus bisa diikuti para pelajar Indonesia kalau tidak ingin mau tertinggal atau "dilindas" oleh kemajuan era globalisasi.

"Hal ini harus dipikirkan para guru-guru yang mengajar siswa tersebut. Dan seorang guru sebagai pengajar, juga harus dituntut menguasai teknologi informasi," ucapnya.

Solin menyebutkan, pola pendidikan pada abad 21 juga bertepatan dengan dilaksanakannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

"Pemerintah mendorong diterapkannya sistem pembelajaran abad 21 ini, agar pendidikan di Indonesia, tenaga pengajar, dan para muridnya lebih berkualitas, serta semakin maju pola pikirnya," kata Dosen Unimed itu.

Sebelumnya, guru didorong menggunakan sistem pembelajaran abad 21, yakni sistem pembelajaran yang berfokus pada pengembangan kemampuan murid dalam hal komunikasi, kolaborasi, komputerisasi serta pola pikir kritis dan kreatif yang dapat dicapai dengan dukungan teknologi.

"Kami percaya teknologi dapat memperluas kekuatan pendidikan dan mengembangkan potensi murid, guru dan sekolah," kata Education Lead Microsoft Indonesia Benny Kusuma. (Ant/y)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru