Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 07 Maret 2026

Guna Penghematan, UN SMA Sebaiknya Gunakan Sistem On Line

- Senin, 21 April 2014 14:57 WIB
280 view
 Guna Penghematan, UN SMA Sebaiknya Gunakan Sistem On Line
Medan (SIB)- Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMSU Elfrianto Nasution SPd, MPd meminta kepada Kemendikbud untuk mewacanakan Ujian Nasional (UN) SMA dilaksanakan menggunakan sistem online.

“Sistem online ini akan menghemat anggaran UN, menjaga kemurnian hasil, menghindari kecurangan dan praktek kebocoran soal yang setiap tahunnya terjadi,” kata Elfrianto di kampus UMSU Jl Muktar Basri Medan, Sabtu (19/4).

Elfrianto yang juga anggota tim Asesor SMA di Sumut ini menilai, kecenderungan pelaksanaan UN SMA menggunakan ujian tulis banyak ditemukannya ketidak-efisien dana, kurang proporsional, seperti tingginya dana pengawasan dan naskah soal yang nilai proyeknya juga lumayan besar, sehingga yang terjadi hanya pemborosan anggaran saja.

Padahal, jika dievaluasi setiap tahunnya setelah UN selesai dilaksanakan di tingkat satuan pendidikan baik SMA maupun SMP diperoleh hasilnya kurang memuaskan. Bahkan hasil ujian tersebut juga tidak maksimal dan diragukan keabsahannya.

Dari sisi kemurnian ujian juga seakan UN tersebut hanya mencari target lulus 100 persen bagi penyelenggara ujian di sekolah masing-masing. Akibatnya, kualitas lulusan SMA sederajat juga tidak berdampak signifikan bagi kemajuan di dunia pendidikan. Praktek kecurangan dan kebocoran soal aksi perjokian ini mengakibatkan tercorengnya pendidikan dewasa ini.

Wacana UN sistem online, katanya, sekarang ini hampir semua sekolah SMA sudah menggunakan komputer dilengkapi fasilitas internet yang mumpuni dan memadai. Sehingga UN sistem online secara berangsur-angsur bisa diterapkan paling lama dua atau tiga tahun ke depan.

Sama halnya dengan Uji Kompetensi Guru (UKG) yang diselenggarakan pemerintah melalui Kemendikbud belum lama ini yang menggunakan sistem online ternyata hasilnya baik dan terlaksana dengan baik. Artinya, selama UKG berlangsung seluruh perangkat komputer sudah tersedia di sekolah penyelenggara UKG.

Jika sistem online ini juga diterapkan di UN SMA sederajat untuk mengantisipasi agar ujian tersebut berjalan lancar dan sukses, panitia UN bekerjasama dengan pihak sekolah bisa menggunakan satu server saja supaya kecepatan akurasi internet bisa mengakses dengan baik.

Begitu pula dengan kerahasiaan naskah soal UN tambahnya, melalui sistem online ini barcode 20 paket soal juga aman dari praktek kecurangan karena setiap peserta ujian tidak sama materi soalnya dengan siswa lainnya.

Ditanya kebocoran soal yang dilakukan joki selama ujian berlangsung, Elfrianto menegaskan kecurangan yang selama ini terjadi diakibatkan adanya oknum-oknum tertentu yang sengaja melakukan hal itu dan hingga saat ini sulit untuk diberantas. “Kalaupun pelaku perjokiannya ditangkap polisi, tahun depan akan muncul lagi,” katanya.

Menyinggung nama Jokowi di naskah soal UN SMA bidang studi Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, Elfrianto menduga hal itu berkaitan dengan kondisi politis. Walaupun naskah soal dibuat sebelum pencapresan Jokowi, tapi sekarang ini sudah terkontaminasi masalah politik.

Untuk itu, Mendikbud harus segera mengungkap dan mengusut tim pembuat naskah itu. “Kenapa harus Jokowi, apakah tidak ada nama lain seperti Gubsu Gatot Pujo Nugroho atau Presiden SBY serta pejabat maupun nama tokoh pendidikan nasional,” katanya.

Pengamat pendidikan di Sumut ini mengharapkan wacana UN SMA sistem online ini hendaknya menjadi bahan masukan bagi Kemendikbud. Alangkah baiknya kalau dana UN itu diberikan kepada sekolah untuk membeli komputer bagi sekolah di Indonesia.(A2/d)

Simak berita selengkapnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB) edisi 21 April 2014. Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap pukul 13.00 WIB.
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru