Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 25 April 2026

Pemerintah Perlu Tambah Guru SMK

- Senin, 04 Juli 2016 17:22 WIB
1.084 view
Pemerintah Perlu Tambah Guru SMK
Medan (SIB)- Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan perlu menambah tenaga guru Sekolah Menengah Kejuruan  karena masih kurang dan bagi yang masih honor segera diangkat menjadi calon pegawai negeri sipil.

"Kekurangan guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) itu karena semakin meningkatnya minat lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk belajar ke sekolah kejuruan itu," ujar pengamat pendidikan Universitas Negeri Medan (Unimed) Dr Mutsyuhito Solin, MPd, di Medan, Rabu.

Saat ini lulusan SMP, menurut dia, sudah banyak yang masuk ke SMK dan kurang begitu tertarik belajar di Sekolah Menengah Atas (SMA).

"Hal ini sesuai dengan kemajuan dan perkembangan zaman karena lulusan SMK sudah banyak yang diterima bekerja dan bila dibandingkan dengan tamatan SMA," ujar Solin.

Ia menyebutkan, pendidikan di sekolah itu lebih banyak praktik sehingga tidak mengherankan siswanya cepat pintar, cerdas dan memiliki SDM yang berkualitas.

Selain itu, siswa SMK juga sangat cepat dalam menggunakan peralatan praktik dan bahan perlengkapan sekolah itu.

Karena itu, katanya, masyarakat sangat senang dengan SMK dan menjadi favorit dan banyak dimasuki para lulusan SMP.

Solin menambahkan, pemerintah tidak hanya memperbanyak guru-guru SMK, tetap juga sekaligus gedung sekolah yang baru, karena untuk memenuhi permintaan masyarakat.

Selain itu, SMK tersebut juga perlu didirikan di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) karena masyarakat sangat mendambakan sekolah kejuruan atau keterampilan tersebut.

"Pemerintah saat ini harus lebih memperbanyak pendirian SMK, karena SMA sudah cukup dan tidak perlu ditambah lagi," kata dosen Unimed itu.

Sebelumnya, Direktur Pengembang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Direktorat Pendidikan Dasar Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Mustaghfirin Amin mengatakan, Indonesia kekurangan sebanyak 18.000 guru SMK.

"Hitungan kami, ada sekitar 18.000 guru SMK," ujar Mustaghfirin di sela-sela Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK ke-24 di Malang, Jawa Timur,  Selasa.
Kurangnya jumlah guru tersebut berkaitan dengan semakin meningkatnya minat masyarakat terhadap SMK. 

Mustaghfirin menambahkan kekurangan terjadi di daerah-daerah tertinggal, terluar dan terdepan.

"Sekarang memang sudah ada program Guru Garis Depan (GGD) tetapi masih sebatas guru Sekolah Dasar (SD). Kami berharap ke depan GGD,  tersebut juga menyentuh guru SMK," kata dia.

Saat ini jumlah guru SMK di Tanah Air mencapai 270.000.

Selain  itu,  Kemdikbud pada tahun ini akan membangun sebanyak 341 SMK.Padahal biasanya penambahan SMK setiap tahunnya hanya 20 hingga 25 SMK baru. (Ant/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru