Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 25 April 2026

Pengamat: Sekolah Harus Akomodasi Karakter Peserta Didik

- Senin, 18 Juli 2016 20:51 WIB
302 view
Pengamat: Sekolah Harus Akomodasi Karakter Peserta Didik
Padang (SIB)- Pengamat pendidikan dari Universitas Negeri Padang (UNP), Sumatera Barat, Mukhlidi Muskhir mengatakan semua sekolah semestinya mengakomodasi semua peserta didik dengan beragam karakternya.

Setiap peserta didik memiliki karakter yang berbeda-beda, sehingga memerlukan penanganan yang berbeda pula, ujar dia di Padang, Kamis.
Ia menambahkan selama ini sekolah cenderung memperlakukan sama dalam menangani setiap karakter anak, sehingga perkembangan pendidikannya pun juga sama rata, padahal kemampuan mereka berbeda.

Semestinya sekolah mengakomodasi kepentingan anak-anak yang cerdas, sehingga anak yang cerdas tersebut bisa lebih cepat perkembangan pendidikannya.

Demikian juga peserta didik yang dinilai kurang akan bisa dipacu dengan penanganan khusus agar bisa mengejar ketertinggalan mereka dari peserta didik lainnya.

Jika diakomodasi dengan benar maka setiap karakter tersebut akan berkembang, bahkan kami mungkin juga bisa memiliki pakar atau ahli pada usia-usia muda, sebut dia.

Hal lainnya yang perlu menjadi perhatian adalah bagaimana memberikan kebebasan untuk anak memilih sendiri mata pelajaran yang mereka inginkan seperti sekolah di luar negeri.

"Sehingga siswa mampu menentukan pilihan jenjang karir semenjak sekolah menengah, dengan demikian ilmu mereka tidak sia-sia dan bisa bekerja sesuai bidangnya nanti, ujarnya.

Di di luar negeri, lanjut dia, ada paket-paket mata pelajaran yang bisa dipilih oleh siswa sesuai keinginan mereka seperti di tingkat universitas di dalam negeri, namun di sana sudah dijalankan semenjak sekolah menengah.

Makanya di sana bisa kami temukan anak yang baru berusia 12 tahun tapi sudah bisa mengikuti universitas, karena sudah mendalami bidang tertentu sejak dini, sehingga pada usia 20 tahunan mereka sudah mendapat gelar doktor seperti pengajar saya di Malaysia dulu, terangnya.

Selain itu, terhadap para pengajar dan peneliti, pemerintah perlu memberi penghargaan agar lebih bergairah melakukan temuan-temuan yang dapat digunakan untuk kemajuan negara.

"Di luar negeri, lanjut dia, pengajar dan peneliti mendapatkan penghargaan yang tinggi. Sedangkan di sini hasil penelitian kita disimpan di perpustakaan dan tidak pernah dipergunakan untuk kepentingan industri, sosial, maupun kepentingan usaha," katanya.

Pemerintah juga tidak secara langsung membiayai penelitian-penelitian penting tersebut, selain menyediakan beasiswa pendidikan.
"Saya berharap nantinya pendidikan di Indonesia bisa lebih baik dan semakin berkembang," katanya.

Seorang mahasiswa, Fariz di Padang mengemukakan beberapa ilmu yang ia pelajari di sekolah menengah kebanyakan tidak terpakai saat perkuliahan, karena ketidaksinambungan jurusan dengan mata pelajaran di sekolah dulu.

"Terkadang saya juga merasa pelajaran di sekolah menengah terlalu bervariasi, dan tidak tepat sasaran," ujarnya. (Ant/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru