Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 25 April 2026

Bapak dan 2 Anaknya Diterima Kuliah di UGM

- Senin, 25 Juli 2016 18:39 WIB
217 view
Bapak dan 2 Anaknya Diterima Kuliah di UGM
Yogyakarta (SIB)- Satu keluarga, bapak dan dua anaknya diterima masuk kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM). Mereka diterima secara bersamaan sebagai calon mahasiswa tahun akademik 2016/2017.

Mereka itu adalah H Mukhijab diterima di program doktoral (S3) Ilmu Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial Politik. Anak pertama, yakni Rizqa Salsabila Firdausia diterima di program pascasarjana Farmasi (S2) Fakultas Farmasi. Sedangkan anak nomer dua Qotru Alnaday diterima program studi Keperawatan Gigi (S1/) melalui penjaringan ujian tulis UGM.

"Kami, sekeluarga tidak tahu kalau diterima bersamaan di UGM. Ini berkah saja yang patut disyukuri bersama," ungkap Mukhijab, Jumat (22/7).

Mukhijab yang juga sebagai wartawan Harian Pikiran Rakyat (PR) Bandung itu kemudian menceritakan anak sulungnya, Risqa setelah lulus Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta kemudian mendaftarkan ke pascasarjana UGM.

Dia tahu diterima lolos seleksi program pascasarjana pada hari Kamis (29/6) pukul 20.00 WIB. Sedangkan untuk anaknya nomer dua, Qotru Alnaday diterima masuk prodi Keperawatan Gigi pada hari Jumat (1/7) malam.

Mukhijab mengaku tidak menduga dirinya dan dua putrinya akan kuliah bersama di UGM bersamaan. Saat mendaftarkan pascasarjana S3 Sosiologi, dirinya tidak mengetahui kalau Risqa akan mendaftar kuliah juga. Yang diketahuinya, Risqa masih menempuh profesi farmasi.

"Yang saya ketahui hanya anak nomer dua saja," kata Mukhijab yang juga sebagai dosen tamu di beberapa perguruan tinggi swasta di Yogyakarta itu.

Alumnus S2 Sosiologi UGM itu pada semester genap sebelumnya pernah mendaftar kuliah jenjang doktoral namun tidak diterima. Baru semester ganjil 2016 ini diterima.

"Ini kami anggap berkah Allah di bulan akhir bulan Ramadan kemarin. Saat ini semua proses administrasi sudah kami selesaikan semuanya," ungkap Mukhijab yang juga menjadi dosen tamu di sejumlah perguruan tinggi swasta di Yogyakarta itu.

Mengenai biaya kuliah baik dirinya maupun dua anaknya mengaku harus memeras otak. Sebab untuk mendapatkan biaya siswa juga sudah sulit karena terbentur usia yang sudah mendekati 50 tahun.

"Saya hanya bisa berdoa dan ikhtiar semoga ada jalan yang meringankan untuk membiayai kuliah ini," jelasnya.

Dia menambahkan dua anaknya dan dirinya sekarang mendapat dukungan penuh dari istrinya untuk melanjutkan kuliah. Istrinya Dra Khusnul Darayah, sehari-harinya adalah guru matematika MAN 3 Yogyakarta. (detikcom/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru