Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 25 April 2026

Lima Tahun ke Depan USU Harus Jadi 10 Besar di Indonesia

- Senin, 29 Agustus 2016 18:55 WIB
455 view
Lima Tahun ke Depan USU Harus Jadi 10 Besar di Indonesia
SIB/Dok
Rektor USU Prof Runtung Sitepu menyerahkan cendramata kepada Ketua Muda MA Dr Supandi SH MHum di USU, Sabtu (27/8).
Medan (SIB)- Peringatan Dies Natalis ke 64 USU diisi orasi ilmiah oleh Ketua Muda Mahkamah Agung Dr Supandi SH MHum di auditorium USU, Sabtu (27/8), dengan topik orasi "Capaian pembaharuan MA RI dan pembentukan persepsi publik terhadap peradilan Indonesia".

Dikatakan Supandi, lembaga peradilan tengah didera berbagai permasalahan hukum terkait integritas jajaran badan peradilan. Kasus yang mengemuka akhir-akhir ini antara lain tertangkap tangannya aparatur peradilan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), temuan Ombudsman terhadap kinerja pelayanan publik yang kurang baik di 4 satuan kerja lembaga peradilan, surat permintaan tunjangan hari raya salah satu pimpinan pengadilan kepada pihak lain yang berpotensi terjadi conflict of interest dan lain-lain. Beberapa kejadian tersebut cukup mempengaruhi capaian positif yang diperoleh Mahkamah Agung (MA).

Dikatakannya, MA dalam menjalankan fungsi teknis judisialnya dianggap berhasil manakala sudah sesuai dengan prinsip peradilan sederhana, cepat dan biaya ringan. Salah satu kendala dalam merealisasikan prinsip tersebut adalah banyaknya beban perkara, sehingga menjadi tunggakan tiap tahunnya (case backlog).

Beban perkara yang harus diselesaikan MA setiap tahun tidak kurang dari 10 ribu perkara. Jumlah yang cukup banyak, apabila dibandingkan jumlah hakim agung dan sumber daya manusia di MA, jumlah perkara tersebut tidak berimbang," katanya.

Turut memberi sambutan pada Dies Natalis USU yang berthema "Membangun kebersamaan menuju akreditasi unggul dan pengakuan internasional", Rektor USU Prof Dr Runtung Sitepu MHum, Ketua Majelis Wali Amanat Prof Dr Todung Mulia Lubis dan Gubsu Ir H Tengku Erry Nuradi MSi.  

Rektor USU Prof Runtung mengatakan, USU diresmikan menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang ke 7 di Indonesia pada 20 Nopember 1957 oleh Presiden Soekarno. Dalam sejarahnya ada 3 Fakultas/unit di USU pada waktu itu yang menjadi embrio berdirinya 3 PTN, yaitu Universitas Syiah Kuala, Unimed dan Polmed.

Pada saat ini mahasiswa yang teregistrasi sebanyak 49.091 orang tersebar pada 156 prodi yang terdapat pada 15 fakultas dan satu sekolah pasca sarjana.
Dikatakan, dalam program peningkatan akreditasi yang diselenggarakan 2016 ini, terdapat 50 prodi yang dipilih untuk ditingkatkan meraih peringkat akreditasi A. Suatu hal yang cukup menggembirakan 5 prodi pertama yang diajukan berhasil meraih A. Kelima prodi itu adalah Manajemen, Ekonomi Pembangunan, Teknik Mesin, Pendidikan Dokter dan Dokter Profesi.

Dengan demikian sebutnya jumlah prodi yang telah terakreditasi A dan B sebanyak 83 prodi (53,2 persen) terdiri dari 18 prodi terakreditasi A dan 65 prodi terakreditasi B. Juga disinggung tentang Rumah Sakit Pendidikan USU yang telah beroperasi sejak 28 Maret lalu. Dosen USU saat ini 2.278 orang, terdiri dari 1.541 dosen tetap PNS dan 737 dosen luar biasa.

"Berkaitan dengan masih rendahnya nisbah dosen tetap terhadap mahasiswa yaitu secara keseluruhan 1:32 maka diambil kebijakan untuk merekrut tenaga dosen tetap non PNS," kata rektor.

Sementara Todung Mulia Lubis mengatakan prihatin karena USU mengalami kemerosostan yang sangat memprihatinkan. Peringkat USU berdasarkan SK Menristek Dikti berada pada posisi 38 secara nasional. Sebagai PTN-BH semestinya peringkat USU sekurang-kurangnya berada pada posisi 11.
Todung juga mengatakan prihatin dengan tuduhan adanya korupsi dalam tubuh USU walaupun itu belum tentu benar. "Tetapi saya yakin rektor baru Prof Runtung punya komitmen membawa USU menjadi lebih baik," katanya.

Todung menyerukan hentikan semua pertikaian dan perseteruan, mulailah duduk dan berdiskusi bersama, lalu rangkul semua sumber daya manusia unggul dari luar USU. USU jangan melakukan praktek "in breeding". "Pencaharian terhadap manusia akademis unggul tak boleh dihalangi oleh kesombongan almamater. Tak ada lagi tempat buat egoisme universitas, keangkuhan daerah dan korupsi, kolusi dan nepotisme," jelasnya.

Lima tahun ke depan USU harus keluar stagnasi, demoralisasi dan apatisme, harus berada setidaknya dalam 10 best universitas di Indonesia. Acara dies ditandai pemberian ulos dan cendramata kepada Dr Supandi yang juga alumni USU itu. (A01/y)  




SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru