Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 25 April 2026

502 Lulusan USM Diwisuda

- Senin, 31 Oktober 2016 21:03 WIB
444 view
502 Lulusan USM Diwisuda
Medan(SIB) -Lulusan Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia dan Akademi Kebidanan Sari Mutiara dituntut memperkuat kemampuan bahasa asing. Selain itu, juga harus mempertajam kemampuan menggunakan IT atau teknologi informasi, terutama terkait dalam bidang profesi yang digeluti.

"Dua hal ini menjadi persyaratan mutlak dalam memasuki era perdagangan bebas Asean dan dunia. Hal ini bukanlah persoalan kecil,"kata Rektor USM Indonesia Dr Ivan Elisabeth Purba MKes pada wisuda 502 lulusan jenjang Magister, Profesi, Sarjana dan Ahli Madya di MICC Ring Road Medan, Sabtu (22/10).

Lulusan USM Indonesia dan Akademi Kebidanan Sari Mutiara yang diwisuda terdiri dari program studi Magister Kesehatan Masyarakat 41 orang, Profesi Ners 163 orang, Ilmu Kesehatan Masyarakat (S1) 110 orang, Ilmu Keperawatan (S1) 1 orang, Keperawatan (D3) 38 orang, Kebidanan (D3), 71 Orang, Analisa Farmasi dan Makanan (D3) 1 orang, Akademi Kebidanan Sari Mutiara 77 orang.

Hadir pada wisuda itu Ketua Komite II DPD RI yang juga Ketua Yayasan Sari Mutiara Indonesia, Parlindungan Purba SH MM, Koordinator Kopertis Wilayah I Sumut diwakili Dra Lely Elfriana MAP, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provsu Dr Ir Hj Hidayati MSi. Kepala Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi Provsu Ferlyn H Nainggolan SH, Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Sumut Dr. H Bahdin Nur Tanjung.

Dikatakan rektor, kemampuan bahasa internasional dan daya saing yang tinggi para anak bangsa menjadi persyaratan mutlak untuk mampu menjadi kompeten dan unggul dibanding negara-negara lain. Itu harus kita kuasai jika tidak mau menjadi penonton dalam persaingan global.

Rektor juga meminta lulusan untuk menghindari korupsi, kolusi dan sejenisnya yang akan merusak sendi-sendi kehidupan bangsa. Juga diingatkan jangan pernah terperdaya dengan narkoba.

Sebagai universitas yang baru saja berkembang di Sumatera Utara, tepatnya mulai 10 Januari 2013, USM Indonesia menyatakan ingin tetap berkonstribusi dalam peningkatan kesejahteraan bangsa.

Dikatakannya, lingkungan kampus USM Indonesia sejak 2013 telah menjadi kawasan tanpa rokok dan narkoba. Untuk itu USM Indonesia telah mendapat penghargaan sebagai kampus anti rokok dan narkoba yang diserahkan Ketua Umum Aptisi Pusat kepada rektor pada 2014 di Batam.

Pada kegiatan peringatan Hari Anti Narkoba 10 Agustus 2016 lalu Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provsu memberikan penghargaan kepada USM Indonesia sebagai perguruan tinggi Pendukung Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

"Hari ini kembali USM Indonesia memperluas networking dan kerjasamanya dengan menandatangani MoU dengan Kepala Badan Lingkungan Hidup Propinsi Sumatera Utara Dan Kepala Perpustakaan, Arsip Dan Dokumentasi Sumatera Utara," katanya.

Menurut rektor hal itu sebagai perwujudan tindak lanjut MoU dengan perpustakaan nasional pada tahun lalu yang sudah berjalan baik. Seluruh sivitas akademika dapat mengakses langsung berbagai informasi dan perkembangan perpustakaan nasional secara online. (A01/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru