Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 07 Maret 2026
Pendidikan Nasional

"Impor Guru" Bukan Solusi Masalah Pendidikan

- Senin, 13 Mei 2019 18:24 WIB
507 view
"Impor Guru" Bukan Solusi Masalah Pendidikan
Ilustrasi
Jakarta (SIB) -Rencana pemerintah mendatangkan guru dari luar negeri untuk mengajar di Indonesia dinilai bukan menyelesaikan masalah pendidikan di Tanah Air. Masalah utama dalam dunia pendidikan Indonesia saat ini adalah bagaimana meningkatkan kualitas guru.

Kebijakan (rencana impor guru) tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak percaya terhadap guru di dalam negeri. "Kami mempertanyakan rencana pemerintah yang akan mengimpor guru ke Tanah Air yang disampaikan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK)," kata Wakil Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Setiawan Salim, di Jakarta, Jumat (10/5).

Sebelumnya, Menko PMK, Puan Maharani, usai menghadiri diskusi Musrenbangnas mengatakan bahwa pemerintah akan mengundang guru atau pengajar dari luar negeri untuk mengajar di Indonesia. Guru asing itu untuk mengajar ilmu-ilmu yang dibutuhkan di Indonesia. Rencana tersebut, kata Setiawan, menimbulkan keresahan para guru di daerah yang tergabung dalam FSGI.

"Kami khawatir ini akan berdampak terhadap motivasi guru dalam mengajar di kelas nantinya. Penjelasan lebih detail dari Kemenko PMK sangat penting agar informasi yang berkembang tidak simpang siur," jelas Satriawan.

Ia mengatakan jika alasan impor guru tersebut karena Uji Kompetensi Guru (UKG) secara nasional yang masih rendah, program yang mestinya dilakukan pemerintah adalah memberdayakan dan melatih guru-guru di dalam negeri dengan pelatihan yang bermutu.

Menurut Satriawan, jika impor guru ini benar-benar terjadi, akan berbahaya bagi kesempatan dan kelangsungan guru-guru di Tanah Air untuk mengajar dan mengembangkan dirinya. Nuansa kompetisinya tidak akan baik, sehat dan berkeadilan. "Tidak semestinya guru di Tanah Air menjadi tamu di rumahnya sendiri. Karena perannya nanti akan digantikan guru impor," ujar dia.

Satriawan juga memastikan jika impor guru ini benar-benar terjadi, langkah tersebut berarti pemerintah tidak percaya terhadap guru di Tanah Air. Padahal, di dalam negeri banyak juga guru profesional dan berkualitas. Satriawan mengakui bahwa kualitas pendidikan di Tanah Air masih relatif rendah. Namun, solusinya bukan mendatangkan impor guru yang justru malah menimbulkan persoalan baru.

SEJUMLAH LANGKAH
Menurut Satriawan, ada beberapa langkah yang bisa meningkatkan kualitas pendidikan di Tanah Air. Selain lewat pelatihan terhadap guru yang bermutu, cara lain adalah memperbaiki sistem kurikulum belajar mengajar, meningkatkan dan melengkapi standar sarana prasarana sekolah dan meningkatkan kesejahteraan dan perlindungan bagi guru dan guru honorer.

"Inilah semestinya yang dilakukan dan dikoordinasikan oleh Menko PMK di level pusat dan pemerintah daerah, bukan malah mencari jalan pintas dengan cara mengimpor guru," tandasnya. (KJ/q)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru