Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 25 April 2026

Legislator Dukung Mabes Polri Ungkap Kebocoran Ujian Nasional

* Belum Ada Pola Kecurangan, UN Tak Berpotensi Diulang
- Senin, 20 April 2015 20:02 WIB
321 view
Legislator Dukung Mabes Polri Ungkap Kebocoran Ujian Nasional
Jakarta (SIB)- Anggota Komisi X DPR RI Reni Marlinawati mendukung langkah Mabes Polri dalam melakukan penyelidikan atas bocornya soal UN.

"Aparat penegak hukum harus mengusut tuntas seluruh aktor atas peristiwa ini. Pemerintah juga harus serius menanggapi masalah ini. Negara harus hadir dalam persoalan ini," kata Reni di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat.

Mengenai pelaksanaan UN, Reni mengatakan tak jauh lebih baik dari UN sebelumnya.

"Persoalan-persoalan yang selama ini muncul, kembali muncul dalam UN tahun ini. Ini bukti kementerian dan jajarannya tidak belajar dari masa lalu dan tidak mengantisipasi atas persoalan yang akan muncul," kata dia.

Untuk pelaksanaan teknis dalam UN berbasis komputer, sambungnya, juga membuktikan sistem ini belum berjalan maksimal. Persoalan yang muncul di lapangan seperti persoalan jaringan, server serta listrik cukup dominan muncul di lapangan.

"Padahal persoalan teknis ini dapat diantisipasi jauh-jauh hari," kata Reni.

Ia meminta Kemdikbud melakukan audit total terhadap pelaksanaan UN tingkat SMA ini.

"Tujuannya agar kejadian serupa tidak muncul dalam pelaksanaan UN di tingkat SMP maupuan SD," demikian Reni.

Belum Ada Pola Kecurangan, UN tak Berpotensi Diulang
Sementara itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) masih memeriksa hasil UN 2015 di dua daerah yang terindikasi terimbas kebocoran soal, yaitu DI Aceh dan Yogyakarta. Berdasarkan data sementara, belum terlihat bukti signifikan untuk mengulang UN.

Dalam konferensi pers Jumat (17/4), Mendikbud Anies Baswedan menyampaikan bahwa tidak ada pola tidak normal pada jawaban siswa. Namun, keseluruhan lembar jawaban ujian (LJU) belum selesai dipindai.

"Di Yogya, datanya sejauh ini tidak ada tanda-tanda (perlu diulang), Aceh datanya belum masuk," jelasnya.

Namun, Anies tetap akan melakukan pemantauan secara spesifik terhadap hasil UN SMA di dua daerah tersebut. Setelahnya, Kemdikbud akan mengambil keputusan menggunakan data-data yang akurat.

Kepala Pusat Penelitian Pendidikan (Puspendik) Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemdikbud, Nizam, mengaku pihaknya belum menghitung persentase LJU yang sudah dipindai. "Tetapi semua terus mengalir dari provinsi. Begitu siap saya minta dikirim dan segera kami proses," ungkapnya.

Dari total 11.730 buklet yang disiapkan untuk UN, sebanyak 30 buklet soal ditemukan diunggah ke internet oleh oknum tertentu. Disampaikan Nizam, kode soal buklet tersebut teridentifikasi sebagai soal UN IPA SMA untuk Aceh.

"Set buklet untuk Aceh kebetulan identik dengan Daerah Istimewa Yogyakarta," kata Nizam. (Rol/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru