Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 25 April 2026

Menteri Anies: Nilai Tertinggi UN SMA Capai 100 Poin

* Tidak Umumkan Peraih Nilai UN Tertinggi, * Tujuh Provinsi Miliki Indeks Integritas Tertinggi
- Senin, 18 Mei 2015 20:57 WIB
2.433 view
Menteri Anies: Nilai Tertinggi UN SMA Capai 100 Poin
Jakarta (SIB)- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, Jumat (15/5) mengumumkan hasil Ujian Nasional (UN) tingkat SMA atau MA (Madrasah Ibtidaiah) dan sederajat. Menurut Menteri Anies, nilai rerata UN SMA/MA untuk program studi (prodi) IPA, yakni 68,92 poin. Sementara itu, nilai rerata UN SMA/MA untuk prodi IPS, yakni 62,07 poin. Adapun nilai tertinggi, yakni 100 poin.

Dirinci lebih jauh, Menteri Anies memaparkan, nilai rerata UN SMA prodi IPA, yakni 69,59. Sedangkan nilai rerata UN MA prodi IPA ialah 65,91. Kemudian, nilai rerata UN SMA untuk prodi IPS, yakni 62,70. Adapun nilai rerata UN MA prodi IPS adalah 60,49.

Menteri Anies melanjutkan, mereka yang meraih nilai rata-rata UN lebih dari 85 poin, ada sebesar 3,12 persen dari total siswa SMA/MA berprodi IPA. Sementara, ada 31,46 persen yang meraih nilai rerata antara 70-85. Selanjutnya, dari total siswa SMA/MA prodi IPA juga, ada 38,86 persen yang mendapat nilai rerata antara 55-70. Terakhir, ada sebanyak 26,57 persen dari total siswa prodi IPA yang mendapat nilai rerata di bawah 55.

Dari total siswa SMA/MA berprodi IPS, ada sebesar 0,24 persen yang meraih nilai rerata di atas 85. Kemudian, ada 20,10 persen siswa yang meraih nilai rerata di antara 70-85. Sebanyak 48,26 persen dari total siswa prodi IPS mendapatkan nilai rerata di antara 55-70. Adapun sebanyak 43,92 persen siswa mendapatkan nilai rerata di bawah 55.

Bila dilihat dari mata pelajaran yang diujikan, untuk prodi IPA, Kimia merupakan mata pelajaran yang paling sukar bagi para peserta UN. Terbukti, sebanyak 43 persen peserta UN memperoleh nilai di bawah 55 dalam ujian mata pelajaran itu. Adapun mata pelajaran lainnya, yakni Biologi, Fisika, Matematika, Bahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia, jumlah siswa yang mendapat nilai di bawah 55 tidak sampai masing-masing 43 persen.

Untuk prodi IPS, mata pelajaran yang paling sulit dikerjakan oleh para siswa ialah Geografi. Terbukti, dibandingkan lima mata pelajaran lainnya, sebanyak 63 persen siswa mendapatkan nilai di bawah 55 untuk Geografi. Adapun mata pelajaran termudah baik bagi siswa prodi IPA dan IPS, yakni Bahasa Indonesia.

Untuk UN tahun ini, kata Menteri Anies, batas nilai capaian kompetensi ialah 55,5.

TIDAK AKAN UMUMKAN PERAIH NILAI UN TERTINGGI

UN, kata Menteri Anies, tidak lagi menjadi syarat kelulusan. Sehingga, para siswa, kepala sekolah maupun guru diharapkan lebih mengutamakan kejujuran daripada berlomba-lomba mendapatkan nilai UN yang sempurna.

Lantaran itu, Kemendikbud memperkenalkan parameter baru bernama indeks integritas untuk mengukur tingkat kejujuran pelaksanaan UN di sekolah-sekolah tiap kabupaten/kota.

"Jadi ini agak berbeda dengan memberikan upaya meningkatkan angka capaian sebuah mata pelajaran. Meningkatkan angka capaian indeks integritas itu dengan cara tidak mencontek, tidak melakukan kecurangan," ucap Menteri Anies.

"Kita sedang mengajak untuk tidak berbuat curang. Nah, ini (indeks integritas) adalah salah satu mekanisme pencegahan," sambung dia.

Maka dari itu pula, tegas dia, Kemendikbud tidak akan mengumumkan nama-nama sekolah yang siswanya merupakan peraih nilai UN tertinggi se-Indonesia. Ini pun, menurut Menteri Anies, sesuai dengan kebijakan Kemendikbud pada periode sebelumnya.

"Barusan dicek, bahwa mulai tahun lalu pun sudah tidak pernah diumumkan itu. Mulai tahun lalu, sudah tidak diumumkan lagi siapa (peraih nilai UN) yang tertinggi," ungkap Menteri Anies.

Sebaliknya, ujar Menteri Anies, dalam waku dekat akan diumumkan nama-nama sekolah yang tidak jujur atau memiliki indeks integritas di bawah 20 persen. Namun sebelum diumumkan ke publik, Kemendikbud akan menyurati para gubernur provinsi seluruh Indonesia terkait indeks integritas UN 2015 di daerahnya masing-masing.

Mantan rektor Universitas Paramadina ini juga menekankan, pemerintah ingin agar indeks integritas melecut semangat introspeksi tiap kepala daerah. Ini agar sekolahh-sekolah di seluruh Indonesia lebih mengutamakan kejujuran daripada pencapaian nilai UN. Maka yang lebih diprioritaskan, kenaikan indeks integritas. Baru kemudian, kenaikan nilai rata-rata UN.

TUJUH PROVINSI MILIKI INDEKS INTEGRITAS TERTINGGI


Menteri Anies memaparkan, dari 34 provinsi di seluruh Indonesia, ada tujuh provinsi yang mencapai Indeks Integritas tertinggi. Ketujuh provinsi itu, dimulai dari yang terindikasi paling jujur, yakni Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Bangka Belitung (indeks kejujuran: 95,5 persen), Kalimantan Utara (88,4 persen), Bengkulu (88 persen), Kepulauan Riau (86 persen), Gorontalo (80 persen), dan Nusa Tenggara Timur (79,6 persen). Adapun indeks integritas DIY tercantum nol persen lantaran hanya ada satu sekolah di DIY yang terindikasi tak jujur. Besarnya persentase diambil dari total jumlah sekolah di sebuah provinsi. (ROL/h)


 


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru