Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 29 April 2026

BSN Menyasar Usia Sekolah Tumbuhkan Budaya Standardisasi

- Senin, 18 Mei 2015 21:10 WIB
502 view
BSN Menyasar Usia Sekolah Tumbuhkan Budaya Standardisasi
Jakarta (SIB)- Badan Standardisasi Nasional menyasar anak usia sekolah mulai pendidikan usia dini, sekolah dasar hingga pendidikan tinggi untuk menumbuhkan budaya berstandardisasi dalam penggunaan produk kebutuhan sehari-hari.

"Kami berharap generasi penerus bangsa sejak dini memahami nilai-nilai dasar standardisasi, yaitu keteraturan, keamanan, kesehatan dan keselamatan, terutama dalam memilih produk kebutuhan sehari-hari seperti produk makanan, mainan, produk perlindungan untuk berkendara dan sebagainya," kata Kepala BSN Bambang Prasetya usai menutup kegiatan final Kompetisi Standardisasi Tingkat Nasional SMA/SMK di Jakarta, Kamis.

Untuk itu, BSN secara berkala melaksanakan sosialisasi Standar Nasional Indonesia (SNI) ke sekolah-sekolah mengingat maraknya kasus keracunan makanan akibat banyaknya makanan tidak layak konsumsi beredar di tengah-tengah masyarakat.  

"Kesadaran masyarakat terutama anak-anak akan produk makanan dan mainan yang aman juga masih sangat kurang. Kita sering lihat jajanan yang dijual di pedagang di sekitar sekolah masih menggunakan pewarna bukan untuk makanan," ujarnya.

Demikian pula, ujar Bambang untuk produk mainan anak yang banyak dijual di Indonesia berasal dari luar negeri belum seluruhnya memenuhi standar yang aman, seperti dalam penggunaan cat dan plastik.

Karena itu, Bambang Prasetya mengatakan, mainan anak yang dijual di Indonesia wajib SNI. "Semangat dari pemberlakuan secara wajib SNI tersebut dimaksudkan untuk melindungi anak-anak Indonesia dari bahaya penggunaan mainan anak yang tak terjamin mutu atau keselamatannya."

Apalagi, produk mainan anak yang berbahan baku plastik kebanyakan impor yang tentu saja bisa mengandung bahan berbahaya seperti logam berat, atau hasil daur ulang, tambahnya.

Terkait penyelenggaraan Kompetisi Standardisasi Nasional tahun 2015, Bambang mengatakan sebelum masuk pada tahap final, masing-masing tim peserta telah mengirimkan ide berupa esai tentang pemanfaatan standardisasi.

"Kami menerima sebanyak 44 esai setelah melalui seleksi terpilih 10 naskah masuk dalam babak final. Para peserta mendapat tugas membuat model produk dan menyusun rencana suatu standar," katanya.

"Telah terpilih pemenangnya Juara 1 Kompetisi Standardisasi Tingkat Nasional SMA/SMK, yakni SMA Negeri 3 Yogyakarta dan Juara 2 : SMA Katholik Saint Louis 1 Surabaya. Dua tim tersebut yang nantinya akan mewakili Indonesia ke Olimpiade Standar di Korea Selatan pada Agustus 2015," tambahnya. (Ant/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru