Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 28 Juni 2026

Direktur: Peraih Medali OSN Berjuang dari Keterbatasan

- Rabu, 27 Mei 2015 15:25 WIB
294 view
Direktur: Peraih Medali OSN Berjuang dari Keterbatasan
Jakarta (SIB)- Direktur Pendidikan Madrasah Nur Kholis Setiawan mengatakan peraih medali Olimpiade Sains Nasional (OSN) dari sekolah Islam menunjukkan semangat keluar dari berbagai keterbatasan.

"Mereka berjuang dari keterbatasan dan tidak semua memiliki berbagai akses semudah sekolah umum," kata Nur Kholis saat ditemui di ruangannya, area Lapangan Banteng, Jakarta, Senin.

Nur mengatakan siswa madrasah kadang juga terkendala oleh petunjuk teknis dari kompetisi olimpiade sains. Beberapa waktu yang lalu, siswa madrasah tidak dapat bertanding di kompetisi olimpiade sains tingkat provinsi karena terkendala peraturan.

"Ada info ke saya, ada anak yang lolos olimpiade sains tingkat kabupaten tapi tidak bisa maju ke tingkat provinsi," kata dia.

Sementara itu, Nur mengatakan dirinya tidak mempermasalahkan jumlah medali yang diraih siswa madrasah. Karena yang terpenting adalah kemauan siswa berjuang dalam sebuah kompetisi. Terlebih pencapaian siswa madrasah dalam OSN itu tergolong lebih baik dari pencapaian di tahun-tahun sebelumnya.

Pada OSN 2015 ini, kontingen dari berbagai madrasah di Indonesia menyabet 23 medali terdiri dari 2 emas, 5 perak dan 16 perunggu.

"Sebanyak 23 medali ini angka yang luar biasa jika dibandingkan tahun sebelumnya," katanya.

Semua medali itu, kata Nur, terdistribusi ke sejumlah madrasah dengan berbagai latar belakang, baik yang sudah diprediksi menyabet medali dan juga yang di luar dugaan berprestasi dalam OSN 2015.

Madrasah-madrasah unggulan di antaranya Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Serpong, MAN IC Gorontalo, MAN 3 Malang. Sementara sisanya merupakan peraih medali di luar prediksi, termasuk madrasah swasta, seperti MAN 1 Majenang, MAN 2 Kudus, MAN 1 Metro Lampung, MA Darul Mursyid Tapanuli dan MA Khusnul Khotimah Kuningan.

"Madrasah-madrasah ini merupakan imam bagi madrasah lainnya untuk berprestasi, seperti juga MAN IC (sekolah unggulan) yang dapat mendorong yang lain sebagai madrasah percontohan," kata Nur. (Ant/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru