Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 07 Maret 2026

Kemdikbud: Indonesia Ketinggalan SDM Bertitel Doktor

- Senin, 03 Maret 2014 22:26 WIB
752 view
Kemdikbud: Indonesia Ketinggalan SDM Bertitel Doktor
Medan (SIB)- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menilai Indonesia masih jauh ketinggalan dengan sumber daya manusia bertitel Doktor atau S3, sehingga Pemerintah menargetkan ada 4.000 orang lulusan setiap tahunnya.

"Untuk mencapai target SDM (sumber daya manusia) dengan titel Doktor itu, Pemerintah melakukan berbagai upaya seperti memberi beasiswa," kata Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang Pendidikan, Musliar Kasim di Medan, Sabtu.

Dia mengatakan itu saat menghadiri wisuda sarjana, pascasarjana dan Doktor lulusan Universitas Islam Sumatera Utara lulusan 2013-2014.

Menurut dia, hingga dewasa ini, jumlah Doktor di Indonesia baru sebanyak 75.000 orang, sementara China sudah memiliki 500 ribuan orang.

"Jika hitungan jumlah penduduk Indonesia seperlima China, maka untuk menyamainya, setidaknya jumlah lulusan S3 kita sudah ada 100 ribu orang dari 75.000 orang dewasa ini," ucapnya.

Untuk itu, kata dia, para lulusan S1 dan S2 perrlu memperkuat semangat untuk mencapai gelar Doktor.

Selain harus melanjutkan pendidikan, kata Musliar, lulusan S1 juga tidak terlalu terfokus pada penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS).

"Selain penerimaan CPNS semakin terbatas, lapangan pekerjaan lain termasuk untuk menjadi wirausahawan semakin cukup luas," ujarnya.

Dia menyebutkan, skala ekonomi Indonesia masuk 15 besar dunia dan menjadi satu-satunya negara berkembang yang masuk G20.

"Dengan kondisi itu, bisnis apa saja di Indonesia berpeluang berkembang besar. Tentunya harus ada kemauan dan kerja keras," tukasnya.

Wakil Gubernur Sumut, H T Erry Nuradi juga menegaskan agar lulusan perguruan tinggi tidak selalu berharap menjadi PNS.

"Selain PNS bukan satu-satunya jalan hidup, penerimaan CPNS  terus dibatasi," tuturnya.

Nuradi menyebutkan, apabila dalam suatu daerah APBD-nya lebih 50 persen belanja tidak langsung, maka daerah itu tidak boleh melakukan penerimaan CPNS.

"Jangan takut untuk berwirausaha atau mencari pekerjaan sesuai keahlian," tandasnya. (Ant/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru