Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 25 April 2026

Menristek: 2 Kampus di Jabar Terindikasi Lakukan Pembelajaran Tak Sesuai

- Senin, 27 Juli 2015 17:37 WIB
226 view
Menristek: 2 Kampus di Jabar Terindikasi Lakukan Pembelajaran Tak Sesuai
Jakarta (SIB)- Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek) mengumumkan ada 3 perguruan tinggi yang dibekukan di wilayah Jawa Timur sebelum hari raya idul fitri lalu. Hal tersebut karena kampus-kampus tersebut melakukan proses pembelajaran yang tidak sesuai.

Menristek M Nasir mengungkapkan, ada 2 kampus lain di Jawa Barat yang terindikasi melakukan pelanggaran yang sama. Hanya saja mantan Rektor Universitas Diponegoro itu belum mau menjelaskan kampus mana saja yang dimaksud.

"Selanjutnya di Jabar ada dua," kata Nasir di Kebayoran Baru, Jaksel, Minggu (26/7).

Salah satu indikasi sebuah kampus disebut melakukan pembelajaran tidak sesuai yaitu proses belajar dengan waktu yang terlalu singkat. Ada di antaranya hanya membutuhkan waktu 2 tahun untuk meluluskan mahasiswa tingkat sarjana.

"Contoh tidak sesuai itu misal S1 kan 144 SKS. Paling tidak harus 8 semester. Kalau cuma ditempuh 2 tahun kira-kira melanggar kodrat nggak? Kalau 1-2 tahun lulus ini pasti perguruan tinggi bermasalah," tutur Nasir.

Nasir juga mengimbau kepada calon mahasiswa baru agar mencari informasi terlebih dahulu mencari informasi sebelum mendaftar. Dicek status dari kampus tersebut, aktif atau tidak.

"Kalau statusnya nonaktif tidak boleh menerima mahasiswa baru, harus diselesaikan dulu (masalahnya)," terang Nasir.

"Bisa membuka (website) forlap.dikti.go.id. Nanti liat perguruan tinggi yang dituju, dilihat non aktif apa aktif. Kalau non aktif jangan dilanjutkan dulu," tambahnya.(dtc/c) 
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru