Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 25 April 2026

International Workshop FS UMI Diikuti Ratusan Mahasiswa dan Dosen

- Senin, 27 Juli 2015 19:18 WIB
603 view
International Workshop FS UMI Diikuti Ratusan Mahasiswa dan Dosen
SIB/Dok
Dekan Fak Sastra UMI, Dr Himpun Panggabean (ketiga dari kanan), Sheridan Honore dari English Fellow Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, dan Prof. Balasz Huzka ari Universiti Malaysia Kelantan (UMK) berfoto dengan sejumlah peserta setelah workshop sele
Medan (SIB)- Fak Sastra Universitas Methodist Indonesia menyelenggarakan International Workshop, belum lama ini di Hotel Darma Deli Medan dengan menghadirkan pembicara dari Universiti  Malaysia Kelatan (UMK), Prof Balasz Huzka, PhD  dan dari English Fellow Departemen Luar  Negeri  Amerika Serikat, Dr Sheridan Honore.

Menurut Dekan Fak Sastra UMI Dr Himpun Panggabean, workshop tersebut yang bertajuk "International Workshop: Current Trends into Language" merupakan lanjutan dari kegiatan yang sama di UMK Februari lalu ketika  dia dan dosen Fak Sastra lainnya diundang menjadi narasumber  dalam seminar  linguistik internasional.  

Dalam makalahnya Prof Balasz menekankan perlunya mahasiswa dan dosen meneliti masalah-masalah bahasa yang belum atau jarang diteliti seperti  masalah preservasi bahasa  yang dilakukan Dr Panggabean. Dokter mengobati orang supaya jangan mati dan ahli bahasa mengobati bahasa supaya jangan mati atau punah.

“Kalau Anda meneliti masalah sintaksis, morfologi, fonologi, semantik atau tata bahasa fungsional  bahasa Inggris, Anda akan kalah dari peneliti-peneliti lainnya. Rujukan mengenai masalah-masalah tersebut sangat banyak dalam bentuk buku dan online, kata Balasz yang lahir di Hungaria itu.

Sementara itu, Honore  mengatakan bahwa penelitian di AS sangat penting dan memberikan kontribusi yang sangat besar bagi ilmu pengetahuan dan kemajuan AS. Atas dasar itu, pemerintah dan berbagai lembaga swasta di negara itu mengalokasikan milyaran dolarAS untuk penelitian.

Dia memberikan penjelasan mengenai bagaimana penelitian  dilakukan di universitas-universitas AS mulai dari penentuan masalah sampai pada penulisan laporan hasil penelitian di jurnal-jurnal ilmiah seraya mendorong para mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan studi tingkat master dan doktor di AS. 

Dalam sambutannya, Himpun Panggabean mengatakan para mahasiswa dan dosen di Indonesia harus mempunyai akses pada penelitian bertaraf internasional. Untuk itulah, Fak Sastra UMI yang Program Studinya (bahasa Inggris Strata 1)  sudah terakreditasi B menyelenggarakan  setiap tahun seminar dan workshop internasional  dengan mengundang pakar-pakar bahasa dari seluruh dunia.

Dia mengimbau para mahasiswa dan dosen untuk menyenangi kegiatan penelitian. Dikatakannya,  disatukannya riset dan pendidikan tinggi dalam satu kementerian (Kemenristekdikti)  menunjukkan bahwa penelitian semakin penting pada lembaga pendidikan tinggi Indonesia.

Ditambahkannya, penelitian kurang bermanfaat kalau tidak didiseminasikan melalui penerbitan di jurnal-jurnal ilmiah bertaraf nasional, internasional, dan internasional bereputasi (terindeks Scopus/ Elsevier. Menurut Himpun Panggabean yang hasil penelitiannya telah diterbitkan oleh ELT, Canada, berdasarkan Permendikbud No.92/2014, untuk dapat menjadi guru besar (profesor), seorang doktor harus  mempunyai  karya ilmiah yang diterbitkan di jurnal internasional bereputasi. Seorang doktor atau guru besar tidak dapat menjadi pembimbing disertasi tanpa karya ilmiah dalam jurnal internasional bereputasi.

Di Indonesia, khususnya di Sumatera Utara, dosen seperti itu masih sangat jarang. Untuk itu, dia mengharapkan agar pihak UMK  bersedia melakukan kolaborasi  penelitian dan publikasi ilmiah dengan  para dosen dan mahasiswa di Medan.

Workshop yang dihadiri oleh sekitar 350 mahasiswa dan dosen  dari UMI, USU, Unimed, Unika, STBA PIA, UHN, dan lain-lain dipandu oleh dosen UMI, Dr. Cand. Andrew Tobing dan Nurhayati Purba MA yang juga sebagai panitia. (Rel/R3/c)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru