Jakarta (SIB)- Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir berharap perguruan tinggi di Indonesia dapat masuk dalam peringkat 10 besar dunia.
Menurut Nasir langkah untuk merealisasikan keinginan itu adalah dengan mengubah mindset (pola pikir) dari pemerataan menjadi national competitivenes (memiliki kompetensi nasional).
"National competitiveness ini menjadi penting, karena bangsa-bangsa di dunia kini sudah mulai memasuki era keterbukaan dan boderless," kata Nasir dalam acara Seminar Nasional: Peran Pendidikan dan Karakter Melalui Optimalisasi Iptek menuju Pencerdasan Generasi Unggul, di Universitas Negeri Makassar, Kamis (20/8).
Dijelaskan Nasir, cara untuk mengukur kompetensi nasional dapat dilihat dari, pertama, skill worker (keterampilan tenaga kerja). "Lihat dosen yang dimiliki, kualifikasi doktor berapa banyak, sudahkah mencapai 50 persen? Kalau masih kurang harus ditingkatkan lagi," ucapnya.
Kedua, lanjut Nasir, adalah inovasi (penemuan hasil riset). Menurut dia, apabila banyak terjadi inovasi dalam suatu negara, maka akan berdampak langsung pada kompetensi nasional.
"Inovasi itu harus lebih banyak lahir dari perguruan tinggi, dibandingkan dengan pihak lainnya," ucap Nasir. Setelah itu, hasil riset dan inovasi itu bisa diserap oleh kalangan industri dan diproduksi secara massal.
Menurut Nasir, untuk menggiatkan riset di perguruan tinggi harus memenuhi beberapa kriteria. Salah satunya seperti banyaknya dosen yang berkualitas.
Dosen yang berkualitas itu ditunjang pula oleh kompetensi, riset dan publikasi yang dilakukan. "Jangan pernah melakukan plagiarisme, karena itu adalah barang haram bagi dunia pendidikan," tegas Menristekdikti.
Hal itu pun menurut Nasir perlu ditunjang oleh layaknya infrastruktur yang dimiliki oleh suatu perguruan tinggi. "Ini semua saling terkait dalam tata kelola perguruan tinggi yang baik," imbuhnya.
Nasir menambahkan, pemerintah sangat mendukung penelitian yang dilakukan dari up stream ke down stream dan industri sehingga memberi manfaat bagi masyarakat serta negara.
Mengenai mahasiswa, Menristekdikti mengharapkan agar mahasiswa memperbanyak waktunya untuk belajar. "Jangan ada mahasiswa kunang-kunang (kuliah nongkrong) apalagi mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang)," tegasnya.
Menristekdikti menambahkan, mahasiswa merupakan penerus dan penggerak penting bagi kemajuan suatu perguruan tinggi dan dalam waktu dekat pemerintah akan menerapkan program Kampusku Bebas Narkoba, Kampusku Bebas Korupsi.
"Pemerintah juga memberikan banyak bantuan bagi mahasiswa yang kurang mampu dalam mengikuti serta menyelesaikan perkuliahan di antaranya dengan beasiswa bidik misi," ucap Nasir.
PERINGKAT PERGURUAN TINGGIKementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) mengumumkan pemeringkatan perguruan tinggi untuk tahun 2015.
Berdasarkan laman Kemenristek Dikti Kopertis XII, yang dikutip Jumat, di Jakarta menyebutkan penilaian didasarkan pada empat kriteria, yaitu kualitas sumber daya manusia, kualitas manajemen dan organisasi, kualitas kegiatan kemahasiswaan, serta kualitas penelitian dan publikasi ilmiah. Secara keseluruhan, Institut Teknologi Bandung (ITB) menjadi nomor satu sebagai pemegang gelar perguruan tinggi terbaik yang diikuti 10 perguruan tinggi lainnya.
Yang menarik, terdapat tiga perguruan tinggi swasta (PTS) yang berhasil menembus nominasi perguruan tinggi negeri (PTN) dalam pengumuman klaster pertama tahun ini yaitu: Universitas Gunadarma, Universitas Petra Surabaya dan Universitas Islam Indonesia.
Namun secara total dan keseluruhan 11 Perguruan Tinggi (PT) terbaik yang mendapatkan skor tertinggi yaitu, Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Indonesia (UI), Universitas Padjajaran, Universitas Airlangga, Universitas Sebelas Maret, Universitas Diponegoro dan Universitas Hasanuddin.
Untuk kategori perguruan tinggi terbaik berdasarkan kualitas Sumber Daya Manusia, diduduki IPB, selanjutnya UGM, ITB, Universitas Negeri Malang, UI, Universitas Negeri Makassar, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Airlangga (UNAIR) dan Universitas Bengkulu.
Sementara pada kategori perguruan tinggi terbaik berdasarkan kualitas manajemen secara berurutan adalah sebagai berikut: PENS-ITS (PTN), Universitas Gunadarma (PTS), ITS (PTN), UGM (PTN), UI (PTN), ITB (PTN), IPB (PTN), Universitas Kristen Petra (PTS), Universitas Sebelas Maret (PTN), Universitas Islam Indonesia (PTS).
Selanjutnya, pada kategori perguruan terbaik berdasarkan kualitas penelitian dan publikasi ditempati ITB, IPB, UI, UGM, UNPAD, UNHAS, UNS, Universitas Brawijaya dan Undip.
Sedangkan pada bagian kedua perguruan tinggi berdasarkan kualitas kegiatan mahasiswa, secara berurutan adalah: UGM, ITS, Universitas Brawijaya, ITB, IPB, UI, Unair, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) dan Undip.
(detikcom/Ant/q)