Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 25 April 2026

Indonesia Terpilih Jadi Anggota Komisi Pendidikan Dunia

- Senin, 31 Agustus 2015 14:38 WIB
290 view
 Indonesia Terpilih Jadi Anggota Komisi Pendidikan Dunia
JAKARTA (SIB)- Indonesia terpilih menjadi salah satu anggota komisi pendidikan dunia. Indonesia juga menjadi negara satu-satunya dari Asia yang masuk dalam Global Commission On Education Financing itu. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengatakan, Komisi Pendidikan ini dibentuk dari hasil KTT pendidikan dunia. Sebelumnya, KTT tersebut berlangsung di Oslo, Norwegia, pekan lalu.

Menurut Anies, keanggotaan Indonesia ini akan bergabung dengan anggota Komisi pendidikan lainnya, yaitu Malawi, Norwegia, Chili, dan Dirjen UNESCO. UNESCO juga akan bekerja sama dengan Indonesia dalam membangun pendidikan dunia. Upaya ini dilakukan karena pendidikan merupakan agenda utama pembangunan dunia.

Anies menerangkan, pertemuan KTT di Norwegia memang telah membentuk komisi pendidikan dunia. Komisi ini, kata dia, diketuai oleh mantan perdana menteri Inggris, Gordon Brown. "Yang di Norwegia kemarin kan education summit KTT Pendidikan,” ujar Anies di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Jakarta, Jumat (28/8).

Berkenaan dengan tugas nyata komisi, Anies menerangkan hal ini masih dalam proses diskusi. Namun, kata dia, tujuannya tetap menjadikan pendidikan sebagai agenda utama pembangunan 15 tahun ke depan. Untuk menjalani tugasnya, Anies mengaku tidak mudah. Ada berbagai tantangan pendidikan yang dihadapi oleh masing-masing negara.

Anggaran Pendidikan Jadi Perhatian Dunia

Anies Baswedan mengatakan, tantangan yang akan dihadapi Komisi Pendidikan ini tidak mudah. Hal ini karena permasalahan pendidikan masing-masing negara dunia berbeda.

Anies mengatakan salah satu permasalahan di dunia pendidikan adalah mengenai anggaran pendidikan, terutama di negara berkembang. Sebab, di negara berkembang alokasi anggaran pendidikan justru mengalami penurunan. "Kalau enggak salah dua atau tiga dekade alokasi pendidikan secara total dunia meningkat,” ungkap Anies.

Menurut Anies, kondisi demikianlah yang menjadi salah satu perhatian Komisi Pendidikan Dunia.  Jika dibiarkan, lanjut dia, maka jarak antara negara-negara itu semakin besar. Oleh sebab itu, Anies mengungkapkan, Komisi Pendidikan itu perlu dibentuk. Dengan keterlibatan Indonesia pada komisi ini, Anies menilai Indonesia akan memberikan manfaat. Dalam hal ini, tambahnya, manfaat untuk di dalam negeri maupun di dunia internasional. (Rol/f)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru