Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 25 April 2026

Universitas Sari Mutiara akan Gelar Pelatihan Tentang Penanganan Bencana

- Jumat, 11 September 2015 10:37 WIB
392 view
 Universitas Sari Mutiara akan Gelar Pelatihan Tentang Penanganan Bencana
Medan (SIB)- Pelatihan internasional tentang Environmental Health In Disaster Management and Humanitarian Settings atau Kesehatan Lingkungan dalam Pengelolaan Bencana dan Pengaturan Kemanusiaan pada 14 - 15 September 205 di Hotel Danau Toba International akan digelar Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia bekerjasama dengan Griffith University serta International Federation Of Environmental Health (IFEH) l, 14-15 September mendatang.

Pelatihan ini akan menghadirkan beberapa narasumber yakni President of IFEH dari Griffith University, Australia Dr. Peter Davey, Ph.D, Director Disaster Risk Reduction Asia-Pasific Regional Group IFEH Benjamin Ryan, Ph.D dan Guru Besar FKM UI Prof. Dr. Umar Fahmi Ahmadi. Kegiatan ini didukung sepenuhnya oleh Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) pusat maupun IAKMI Provinsi Sumatera Utara.

“Pelatihan ini sangat besar manfaatnya bagi peserta mengingat negara kita secara geografis terletak di wilayah rawan bencana baik bencana alam maupun bencana non alam. Beberapa tahun terakhir ini, kejadian bencana di Indonesia menunjukkan adanya peningkatan,” kata panitia penyelenggara Otniel Ketaren, M.Si kepada wartawan, Sabtu (5/9).

Data dari Informasi Bencana Indonesia (IBI) dalam kurun waktu 10 tahun (2004-2014) ada 11.274 bencana yang menewaskan 193.240 jiwa, 205 juta jiwa mengalami kerugian dengan nilai total Rp 126,7 triliun.

“Setiap kali terjadinya bencana, juga menyisakan persoalan yang lebih besar yaitu masalah penanganan pengungsi korban bencana. Banyaknya jumlah pengungsi di suatu lokasi dengan waktu yang relatif lama, memerlukan ketersediaan logistik dan kebutuhan lainnya yang tidak sedikit,” ungkapnya.

Dari aspek kesehatan lingkungan, lanjutnya, permasalahan yang sering timbul adalah penyediaan air bersih, jamban yang memenuhi syarat kesehatan, tempat pembuangan sampah dan limbah di sekitar lahan pengungsian, vektor kontrol dan tenda penampungan, baik dari segi kuantitas maupun kualitas.

“Apabila aspek kesehatan lingkungan ini tidak dikelola dengan baik, maka resiko terjadinya the second disaster (bencana kedua) berupa KLB atau wabah penyakit menular seperti kolera, ISPA, campak, malaria dan demam berdarah. Beberapa negara yang pernah mengalami hal seperti ini antara lain Rwanda dan Haiti pada tahun 2010, dimana terjadi wabah kolera yang menimbulkan banyak korban jiwa pada pengungsi dan menyebar secara luas ke seluruh wilayah,” tuturnya.

Pelatihan internasional ini merupakan komitmen USM Indonesia dalam meningkatkan pengetahuan tentang ilmu kebencanaan dan kesehatan masyarakat dimana USM Indonesia telah memiliki MOU dengan BPBD Provinsi Sumatera Utara dan BNPB. Disamping itu Rektor USM Indonesia Dr. Ivan Elisabeth Purba, M.Kes dan Otniel Ketaren, M.Si sebagai panitia penyelenggara merupakan anggota dari Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI). (A05/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru