Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 07 Maret 2026

Mendikbud: Pemilu Tidak Pengaruhi Distribusi Soal UN

- Senin, 24 Maret 2014 16:29 WIB
566 view
Mendikbud: Pemilu Tidak Pengaruhi Distribusi Soal UN
Surabaya (SIB)- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh menjamin distribusi logistik Pemilu 2014 tidak akan mempengaruhi distribusi soal Ujian Nasional 2014, meski mungkin saja percetakannya sama.

"Kalaupun percetakannya ada yang sama, hal itu tidak akan mempengaruhi, karena distribusinya berbeda," katanya di sela-sela peresmian auditorium Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, Sabtu.

Didampingi Direktur PPNS Ir Muhammad Mahfud MMT FRINA, ia menjelaskan Pemilu memang dilaksanakan pada 9 April dan UN pada 14 April, namun pihaknya sudah "wanti-wanti" (memberi peringatan).

"Sejak awal, saya sudah wanti-wanti agar Pemilu sebagai gawe nasional tidak terganggu, tapi UN juga tetap jalan, karena itu saya senang bahwa pencetakan soal UN sudah selesai," katanya.

Dengan terselesaikannya pencetakan soal UN 2014 itu, maka logistik Pemilu Legislatif 2014 tidak akan terganggu, bahkan distribusi soal UN juga akan dilakukan jauh sebelum pemungutan suara.

"Distribusi soal UN akan dilakukan pada 30 Maret hingga 1 April, sehingga masih ada waktu seminggu menjelang pemungutan suara, tapi sejak sekarang hingga 30 Maret akan ada penjagaan soal UN secara ketat oleh polisi hingga didistribusikan ke provinsi," katanya.

Ditanya target pemerintah dalam pelaksanaan UN 2014, mantan Rektor ITS Surabaya itu menegaskan bahwa pemerintah tidak pernah menargetkan kelulusan hingga 90 persen atau bahkan 100 persen.

"Kami tidak pernah menargetkan kelulusan sekian persen, karena target kami adalah kejujuran dalam UN," katanya.

SELURUH SOAL SELESAI DICETAK

Wakil Menteri (Wamen) Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim mengatakan seluruh soal ujian nasional (UN) untuk tingkat SMU/SMK yang digelar pada 14-16 April 2014 sudah selesai dicetak.

Bahkan, kata Musliar Kasim di sela-sela seminar nasional pendidikan di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Jateng, Sabtu,  sekarang tinggal dilakukan pendistribusian ke daerah-daerah.

"Kami tidak mau terulang seperti kejadian tahun lalu maka jauh-jauh hari masalah ini sudah kami selesaikan," katanya didampingi Rektor UNS Ravik Karsidi dan Dekan FKIP UNS Furqon Hidayatullah.

Ia mengatakan mulai 23 Maret 2014, soal-soal tersebut sudah mulai dikirim ke daerah-darerah di seluruh Tanah Air. "Kami menargetkan pada 30 Maret sampai 1 April seluruh soal itu sudah berada di gudang-gudang dinas kota provinsi," katanya.

Dikatakannya untuk penyimpanan di gudang dinas di kota provinsi itu dalam pengawasannya dengan melibatkan unsur perguruan tinggi, polisi dan dinas pendidikan setempat. "Penyimpanan di gudang kota provinsi waktunya agak lama ini untuk mengantisipasi keterlambatan," katanya.

"Saya tidak mau jadi pesakitan maka soal UN ini kami rencanakan dan dilaksanakan dengan hati-hati, jangan sampai terulang peristiwa tahun lalu," kata Musliar Kasim sambil menambahkan yang keliru itu pencetakannya terus UN yang harus dihapus.

"Melalui UN ini bertujuan untuk masuk perguruan tinggi dan nilai hasil UN bisa digunakan masuk di perguruan tinggi, pemetaan pembanding dan mengetahui kemampuan guru di masing-masing daerah," katanya. (Ant/h)
    


Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru